Skip to main content

Trend Investasi untuk Keluarga di Tahun 2019

Oct 14, 2019
3 Menit

Tahun 2019 adalah tahun Pemilu, sehingga akan ada banyak gejolak yang mungkin terjadi di dunia ekonomi dan politik. Tidak bisa dipungkiri bahwa risiko pasar merupakan salah satu risiko investasi yang juga perlu dipahami. Oleh sebab itu, agar pemilihan aset investasi masih sesuai dengan rencana keuangan keluarga, ada baiknya dikenali trend investasi mendatang beserta risikonya.

  1. Saham
    Menurut ahli strategi Goldman Sach. Ia memprediksi bahwa pada tahun 2019 tingkat pengembalian investasi di pasar saham hanya sebesar satu digit. “Uang tunai akan menjadi aset yang kompetitif dibandingkan dengan saham untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, ”kata analis di Goldman, yang dipimpin oleh David Kostin, menulis dalam sebuah penelitian yang dipaparkan pada Senin 19 November 2018 silam.
    Namun apabila Anda termasuk investor yang berinvestasi di aset berbasis saham, maka tahun 2019 diprediksi oleh beberapa analis akan menjadi tahun titik balik kenaikan setelah tahun 2018 IHSG mengalami trend bearish. Untuk investasi jangka panjang, tahun 2019 adalah waktunya untuk membeli serta menabung saham-saham blue chip yang memang diperlukan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka panjang seperti dana pensiun atau tujuan keuangan lain yang masih memiliki jangka waktu di atas 10 tahun. Pahami bahwa risiko fluktuasi harga akan menjadi peluang dalam mencari kenaikan harga di masa mendatang.
  2. Logam mulia
    Secara umum, emas dalam bentuk logam mulia adalah aset yang sesuai sebagai aset bertahan. Terbukti dengan kenaikan harga emas sepanjang tahun 2018, yang sudah mencapai hampir Rp. 21.000,00 per tahun atau melebihi 3,2% dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, untuk Anda yang ingin berinvestasi di logam mulia, maka sangat cocok sebagai bagian dari diversifikasi portofolio investasi.
  3. Obligasi dan Sukuk
    Untuk Anda yang ingin berinvestasi namun masih khawatir akan risiko fluktuasi dalam aset berbasis saham, maka pemilihan instrumen investasi seperti Obligasi dan Sukuk bisa menjadi pilihan yang baik. Dengan nilai kupon yang lebih besar dari bunga deposito, dan hasil imbal balik yang dijamin oleh pemerintah, instrumen investasi ini bisa dijadikan alternatif pilihan investasi jangka pendek yang menjanjikan. Bagi rumah tangga, pilihan instrumen berpendapatan tetap adalah ORI serta Savings Bond Ritel. Sedangkan, untuk investor yang mencari aset berbasis syariah dapat memilih Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan.
  4. Reksa Dana
    Trend investasi di reksa dana diharapkan akan terus meningkat di tahun 2019 dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kesadaran kaum millenial akan pentingnya investasi dan literasi keuangan akan membuat reksa dana menjadi pilihan favorit, karena mudah, murah, dan terjangkau. Berdasarkan data statistik dari OJK, hingga Juli 2018, total dana kelolaan (asset under management) industri reksadana di Indonesia mencapai Rp497,69 triliun. Jumlah itu naik 8,7 persen dibandingkan total AUM industri pada akhir tahun lalu senilai Rp457,50 triliun.
    Pilihan reksa dana sebaiknya didasarkan oleh tujuan keuangan yang dimiliki. Untuk tujuan jangka pendek yaitu dibawah 1 tahun maka dapat menggunakan reksa dana pasar uang. Sedangkan, untuk tujuan jangka panjang diatas 10 tahun dapat menggunakan reksa dana saham. Untuk tujuan keuangan diantara durasi tersebut, maka calon investor dapat memilih reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran.
  5. Properti
    Dengan banyaknya proyek perumahan yang digarap oleh perusahaan BUMN, maka diharapkan kepemilikan rumah akan lebih bisa terjangkau. Hal yang menarik adalah LRT serta MRT di Ibukota akan mulai beroperasi di sekitar bulan April 2019. Hal ini tentunya akan menambah nilai properti dan juga kembali menimbulkan gairah investasi di properti bagi tempat-tempat atau daerah yang dilewati atau dekat dengan transportasi masa ini.

Apapun jenis investasi yang dipilih, sebaiknya tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial, jangka waktu dan profil risiko. Apabila masih ada kebingungan, tidak ada salahnya untuk mengkonsultasikan hal tersebut ke perencanaan keuangan.

Live a Beautiful Life!

Oleh: Prita Ghozie dari ZAP Finance

Surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah berdenominasi Rupiah

FR78

Obligasi Negara Ritel diterbitkan Pemerintah untuk investor ritel Indonesia  berdenominasi Rupiah

ORI015

Aspirasi Untuk Kamu

01 SEP 2019 | KONVENSIONAL ASPIRASI KELUARGA

Lebih Untung Mana: Beli Rumah Cash atau Mencicil?

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan