Skip to main content

Rencana Renovasi Rumah? Lakukan Dulu 6 Hal Penting Ini!

May 11, 2022
4 Menit

Kondisi rumah yang perlu perbaikan mungkin membuat Anda berpikiran untuk melakukan renovasi rumah. Sayangnya, merenovasi rumah tidak sesederhana menyiapkan material dan memerintah buruh bangunan. Perlu perencanaan yang matang agar biaya yang dikeluarkan selama renovasi tidak over budget. Sebab, terkadang perencanaan konsep yang dadakan justru membuat masalah saat pelaksanaan sehingga biaya yang seharusnya cukup menjadi membengkak tak terkendali.

Ada sejumlah tips yang bisa Anda pakai sebelum memutuskan untuk merenovasi rumah. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini! Sebagai dukungan finansial untuk renovasi rumah, Anda juga bisa mengajukan pinjaman tanpa jaminan atau KTA bunga rendah di PermataBank!

Buat Skala Prioritas, Tak Harus Semua Bagian Direnovasi
Tentukan bagian rumah mana yang harus Anda renovasi dan buatlah sejumlah prioritas. Misalnya, jika Anda ingin mengganti atap rumah yang sudah bocor, jangan berpikiran untuk sekalian menambah kamar atau memperbaiki dapur. Anda tidak boleh beranggapan bahwa semua hal harus direnovasi dalam satu waktu.

Selain biaya renovasi akan semakin besar, pengerjaan proyek akan berjalan lamban karena tidak terfokus pada satu bagian saja. Selesaikan satu proyek renovasi hingga tuntas. Ketika ada biaya lebih, lanjutkan ke proyek renovasi berikutnya.

Susun Rincian secara Detail
Rincian yang dimaksud adalah urutan pengerjaan dalam satu proyek renovasi. Misalnya, ketika Anda merenovasi kamar mandi, pastikan yang dikerjakan terlebih dahulu adalah sistem perpipaan, baru dilanjutkan dengan pemasangan keramik. Proses pengerjaan yang tidak urut bukan hanya membuang waktu dan tenaga, tapi juga membuat desain awal berubah seiring berkembangnya proyek sehingga biaya akan membengkak.

Urutan pengerjaan proyek juga dapat membantu Anda menentukan material dan perkiraan waktu kerja selesai. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perhitungan biaya renovasi secara keseluruhan.

Tentukan Sistem Pembayaran Tukang
Umumnya, ada dua sistem pembayaran tukang yang dikenal masyarakat, yaitu borongan dan harian. Konsep pembayaran borongan memungkinkan Anda membayar ongkos tukang dalam nilai yang pasti untuk satu proyek dalam satu kurun waktu. Sedangkan, pembayaran harian memungkinkan Anda menghitung jumlah ongkos tukang per harinya untuk kemudian dibayarkan dalam tempo tertentu.

Menentukan sistem pembayaran tukang tergantung dari konsep renovasi yang Anda miliki. Bila konsep renovasi Anda sudah benar-benar matang, sebaiknya pilih pembayaran borongan. Sebaliknya, ketika konsep renovasi masih dalam perkiraan, sebaiknya bayar tukang secara harian saja.

Hitung Anggaran yang Sesuai
Perencanaan renovasi tidak bisa lepas dari anggaran yang harus dikeluarkan. Oleh karenanya, perhitungkan dengan saksama anggaran yang dibutuhkan untuk satu proyek renovasi. Ada dua anggaran utama yang harus Anda perhitungkan, yaitu anggaran material dan anggaran tenaga kerja.

Anggaran material dapat disesuaikan dengan rincian proyek renovasi yang akan dikerjakan. Sedangkan, untuk anggaran tenaga kerja harus Anda tentukan dengan tukang yang akan mengerjakan proyek tersebut. Penghitungan anggaran akan membantu Anda menentukan biaya utama serta biaya cadangan selama proyek dilaksanakan.

Lakukan Renovasi secara Bertahap
Seperti yang diungkapkan di awal, renovasi hendaknya tidak dilakukan sekaligus. Bila memang Anda perlu merenovasi beberapa bagian rumah, maka kerjakan secara bertahap. Mungkin Anda sudah siap dana renovasi yang cukup besar. Namun, bisa saja dana itu tidak cukup apabila renovasi dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengerjaan proyek renovasi yang dilakukan secara bertahap akan membantu Anda mengukur kemampuan dana serta tenaga Anda hingga renovasi selesai.

Itulah sejumlah hal penting yang Anda perlu lakukan untuk merencanakan renovasi rumah. Semua renovasi akan berjalan dengan lancar apabila dihitung dan direncanakan secara matang. Bila Anda memerlukan dana untuk renovasi rumah, ajukan pinjaman tanpa jaminan ke PermataKTA, layanan KTA bunga rendah dari PermataBank.

Dapatkan dana KTA bunga rendah hingga Rp300 juta dengan pilihan jangka waktu pinjaman maksimal lima tahun. Besar angsuran tidak akan berubah hingga akhir pinjaman dengan bunga yang relatif rendah dan kompetitif. Selain itu, Anda juga bisa mengatur pembayaran tagihan secara otomatis dengan autodebet ke rekening PermataBank, sehingga tidak perlu lagi ada kata terlambat untuk membayar tagihan. Rasakan kemudahan pengajuan pinjaman tanpa jaminan dengan PermataKTA!

#TunaikanMimpi dengan pinjaman tanpa agunan PermataBank

PermataKTA

Jaga dan Tingkatkan Dana di PermataME Kamu untuk Dapatkan Penawaran Spesial

PermataME KTA

Aspirasi Untuk Kamu

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan