Skip to main content

Pemulihan Keuangan Pasca Lebaran

Oct 14, 2019
3 menit

Bagi keluarga muda, tantangan terbesar setelah suka cita lebaran adalah bagaimana memulihkan kembali posisi keuangan. Apalagi, momen pasca lebaran tahun ini juga bersamaan dengan momen pendaftaran sekolah anak. Oleh sebab itu, penyesuaian wajib dilakukan hingga kondisi dapat berjalan normal kembali. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Membuat bujet untuk komitmen dan kewajiban
    Datalah semua komitmen pembayaran setidaknya hingga sebulan kedepan. Apabila gajian berikutnya masih jauh, maka kita harus kreatif untuk mencari tambahan dana untuk biaya hidup. Coba cek saldo dana darurat dan saldo dana investasi yang mungkin tersedia, apabila masih ada, saya sarankan ambil hanya sejumlah biaya hidup harian hingga tanggal gajian tiba.
    Jika ternyata saldo rekening pun tidak membantu, maka upayakan tetap tidak mengambil pinjaman online untuk membayar pinjaman lain. Saat ini, lebih disarankan untuk menggunakan fasilitas pinjaman dana tunai dari fitur kredit perumahan. Biaya pinjaman umumnya masih lebih bersahabat.
    Selain itu, upayakan untuk memberikan ruang untuk pengeluaran tambahan seperti administrasi pengambilan jasa asisten baru, jasa daycare anak, jasa bersih-bersih rumah, dan lainnya. Biasanya penambahan ini bisa meningkat 10%-20% dari bujet normal.
  2. Buat daftar utang yang jatuh tempo
    Coba evaluasi, kenapa saat Ramadan dan lebaran sampai bisa membuat utang kartu kredit? Jika sebabnya karena terlalu banyak pengeluaran konsumtif, wah artinya harus puasa shopping dulu selama 2 bulan kedepan!
    Langkah berikutnya adalah membuat daftar kewajiban yang Anda miliki. Dengan demikian, Anda bisa menentukan utang kartu kredit mana yang sebaiknya dilunasi terlebih dahulu. Perhatikan kartu kredit yang membebankan beban bunga paling besar. Nah, ini dia yang jadi prioritas pembayaran.
  3. Strategi fokus pelunasan
    Idealnya, Anda melunasi terlebih dahulu utang yang memiliki bunga terbesar, baru kemudian melunasi sisa utang lainnya satu per satu secara perlahan. Namun, apabila daftar utang sudah lebih dari 3 kartu kredit, maka lebih baik pembayaran difokuskan untuk saldo utang yang terkecil. Tak terasa, satu demi satu daftar utang pun terhapus secara perlahan. Dari penghasilan, terpaksa kita tunda dulu investasi demi utang lunas. Alokasinya bisa mencapai 30% dari gaji untuk membayar utang kartu kredit.
  4. Decluttering dan menjual barang pre-loved
    Apabila jumlah tagihan sudah melebihi penghasilan, artinya Anda tidak mampu membeli barang-barang yang dibeli dengan kartu kredit tersebut. Saran terbaik adalah menjual barang-barang konsumtif yang dibeli dan mempergunakan dananya untuk pelunasan.
  5. Negosiasi dengan bank pemberi kartu kredit
    Ketika sudah merasa berat untuk membayar tagihan, Anda bisa melakukan negosiasi dan permohonan keringanan dengan bank pemberi kartu kredit. Bank pemberi kartu kredit bisa memberikan pilihan pelunasan utang yang bisa dinegosiasikan dengan Anda. Salah satu program yang tepat adalah penghentian hitungan bunga dengan syarat jadual pembayaran ditepati dan kartu kredit tidak lagi digunakan.
    Untuk perbaikan keuangan kedepannya, sangat disarankan untuk melakukan perencanaan kebutuhan lebaran setidaknya dari 6 bulan sebelumnya. Apabila setiap tahun masalah yang timbul adalah utang selepas lebaran, maka artinya kesalahan lama senantiasa terulang kembali. Salah satu upayanya adalah memastikan kecukupan dana darurat untuk kebutuhan lebaran.

Live a Beautiful Life!

Oleh: Prita Ghozie dari ZAP Finance

Pengajuan pembiayaan untuk berbagai macam kebutuhan sesuai Prinsip Syariah hingga Rp 300 Juta

PermataKTA iB Multiguna

Tabungan Syariah yang memberi manfaat cashback dan hadiah langsung

PermataTabungan iB Bebas

Aspirasi Untuk Kamu

19 AUG 2019 | KONVENSIONAL ASPIRASI KELUARGA

Belanja Berlogika di Bulan Penuh Berkah

19 AUG 2019 | KONVENSIONAL ASPIRASI TERKINI

Tips Liburan Hemat ala Shopalogic

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan