Skip to main content

Inklusi Keuangan, Apakah Itu?

Nov 02, 2020
4 Menit

Sejak 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan penyedia layanan keuangan rutin memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) setiap Oktober. Tahun ini, BIK difokuskan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, peringatan spesial juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap produk dan layanan keuangan, sehingga diharapkan pengguna serta jumlah rekening bisa bertambah.

Namun, tujuan tersebut akan sulit diwujudkan jika masyarakat bahkan belum paham tentang apa itu inklusi keuangan. Bagaimana dengan Anda, apakah sudah mengetahuinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Definisi Inklusi Keuangan
Istilah inklusi keuangan mulai jadi tren setelah krisis moneter, tepatnya pada 2008. Hal ini tidak terlepas dari dampak krisis yang paling dirasakan oleh masyarakat dari kelompok the bottom of the pyramid. Kelompok tersebut mengacu pada mereka yang tinggal di daerah terpencil, mempunyai pendapatan rendah dan/atau tidak teratur, masyarakat pinggiran, buruh yang tidak punya dokumen identitas legal, serta penyandang disabilitas.

Umumnya, mereka masih unbanked atau belum memiliki akses ke lembaga jasa keuangan formal. Dari sinilah mulai muncul istilah inklusi keuangan. Menurut World Bank, inklusi keuangan adalah kondisi di mana individu dan pengusaha mempunyai akses mudah terhadap produk dan layanan finansial. Dengan begitu, berbagai kebutuhan ekonomi seperti tabungan, pembayaran, transaksi, kredit, hingga asuransi pun dapat terakomodasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Mengapa Inklusi Keuangan Menjadi Penting?
Akses terhadap produk dan layanan finansial memberikan banyak sekali kemudahan dalam hidup masyarakat, mulai dari memfasilitasi kehidupan rumah tangga, merencanakan bisnis, membantu keluarga, hingga memiliki dana darurat sekaligus dana pensiun. Salah satu pemenuhan kebutuhan produk dan layanan finansial pada level paling dasar adalah dengan memiliki rekening di bank.

Nah, jika seluruh lapisan masyarakat telah memilikinya, baik dalam bentuk tabungan, e-Wallet, atau sejenisnya, maka mereka akan lebih mudah menerima produk dan layanan lain seperti dana pendidikan, kredit pinjaman bisnis, hingga kesehatan. Dengan kata lain, masyarakat jadi punya “pondasi” finansial yang lebih kuat agar mampu mengantisipasi kondisi finansial tak terduga. Dapat dikatakan bahwa inklusi keuangan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Beragam Inisiatif OJK untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan
Lalu, sebagai lembaga keuangan independen yang mengawasi praktik finansial di Indonesia, apa saja hal yang telah dilakukan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan?

Bersama Industri Jasa Keuangan dan berbagai lembaga terkait, OJK berusaha mewujudkan hal tersebut melalui empat elemen utama, yaitu ketersediaan produk dan layanan jasa keuangan, perluasan akses keuangan, penggunaan produk dan layanan jasa keuangan, serta peningkatan kualitas produk dan layanan jasa keuangan beserta penggunaannya. Keempat elemen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program:

  • Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai)
  • Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)
  • Pusat Edukasi, Layanan Konsumen, dan Akses Keuangan UMKM (PELAKU)
  • Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  • Bank Wakaf Mikro (BWM)
  • Simpanan Pelajar (SimPel)
  • Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda)
  • Layanan Keuangan Mikro

Virtual Expo BIK sebagai Inisiatif OJK
Khusus tahun ini, OJK menambah inisiatif baru dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dan sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional. Telah diluncurkan situs khusus BIK.

Situs ini menjadi sarana bagi LJK, kementerian/lembaga, dan penyedia platform e-Commerce untuk mempromosikan produk dan aneka kegiatan lain secara masif dan terintegrasi. Dengan begitu, masyarakat bisa dengan mudah mendapat informasi dan akses keuangan selama masa pandemi COVID-19. Kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan pun akan dapat menguat.

Kehadiran Booth PermataBank di Virtual Expo BIK 2020
Mendukung inisiatif OJK dalam peningkatan inklusi keuangan, PermataBank turut berpartisipasi dalam Virtual Expo BIK 2020. Anda dapat langsung mengunjungi Virtual Booth PermataBank dengan klik di sini untuk mempelajari informasi mengenai berbagai produk dan layanan PermataBank secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, jika ingin mendapatkan informasi lebih detail, Anda bahkan juga bisa langsung mengajukan pertanyaan seputar produk dan layanan PermataBank di Virtual Booth. Jangan lewatkan pula menyaksikan sesi webinar di Main Stage secara gratis.

Mari dukung program inklusi keuangan di Indonesia dengan mengunjungi Virtual Expo BIK 2020 yang akan selesai pada 5 November 2020. Pastikan Anda mengunjungi Virtual Booth PermataBank untuk mendapatkan beragam informasi yang dibutuhkan seputar produk dan layanan PermataBank. See you there!

Tabungan dengan manfaat cashback dan hadiah langsung

PermataTabungan Bebas

Tabungan yang mendukung gaya hidup kekinian

PermataME

Aspirasi Untuk Kamu

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan