Skip to main content

Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan

Oct 14, 2019
5 menit

Bagi orangtua, menyediakan pendidikan terbaik untuk anak adalah suatu kebutuhan. Dalam menyiapkan dana pendidikan, sebaiknya orangtua melakukan diskusi terlebih dahulu mengenai sekolah mana yang akan dituju. Misalkan apakah sekolah negeri, sekolah nasional, mau pun sekolah internasional. Untuk pendidikan yang lebih tinggi, apakah akan kuliah di dalam negeri atau luar negeri. Anda dan pasangan bisa melakukan survei ke sekolah-sekolah yang menjadi preferensi atau berkonsultasi dengan perencana keuangan yang memiliki riset kebutuhan dana pendidikan. Setelahnya, Anda bisa berhitung kebutuhan dana pendidikan dan bagaimana cara untuk mencapainya.

Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak sebaiknya menyesuaikan dengan jenjang kebutuhan sekolah. Prinsipnya, untuk 1 anak, akan ada persiapan untuk memasuki jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan jenjang perguruan tinggi. Dengan demikian, orangtua memang harus punya strategi yang berbeda yaitu menabung dan berinvestasi. Selain itu, orangtua juga perlu memikirkan kepastian adanya dana pendidikan bagi anak dengan cara memproteksi dari risiko kehilangan sumber penghasilan akibat pencari nafkah meninggal dunia. Untuk mencapai tujuan keuangan tersebut, tentu saja orangtua perlu mempertimbangkan pilihan produk untuk dana pendidikan anak. Lalu, pilih mana, tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan?

Tabungan adalah produk untuk menabung yang dapat menjaga keutuhan modal awal. Produk tabungan akan memberikan imbal hasilnya, namun karena hasilnya bisa dijamin diawal biasanya akan setara dengan tingkat suku bunga acuan. Sedangkan, polis asuransi jiwa merupakan produk proteksi untuk melindungi keuangan keluarga apabila kepala keluarga yang menjadi sumber penghasilan meninggal dunia atau menderita cacat total tetap permanen. Untuk orangtua yang memilih untuk membeli produk dengan dua manfaat sekaligus karena kepraktisan, maka ada dua pilihan yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, tabungan pendidikan. Tabungan pendidikan adalah produk tabungan berjangka yang biasanya berdurasi 1 tahun keatas, dimana orangtua akan menyetorkan dana setiap bulan hingga jatuh tempo. Selain mendapatkan manfaat tabungan, orangtu yang dianggap tertanggung juga mendapatkan manfaat perlindungan asuransi jiwa. Kegunaan dari asuransi jiwa ini adalah setoran tabungan akan terus berjalan, meski pun terjadi risiko kematian terhadap orangtua. Sehingga, anak akan mendapatkan kepastian dana tabungan yang akan dipergunakan untuk dana pendidikannya kelak.

Kedua, asuransi pendidikan konvensional. Polis asuransi pendidikan pada dasarnya adalah kombinasi produk asuransi jiwa berjangka yang ditambahkan manfaat tabungan. Fitur utama adalah polis asuransi jiwa yang akan membayarkan uang pertanggungan apabila tertanggung, biasanya orangtua, meninggal dunia sebelum anak memasuki jenjang perguruan tinggi. Fitur tambahannya adalah adanya pundi saldo manfaat tabungan yang terhimpun. Dari saldo tabungan tersebut, perusahaan asuransi akan mengeluarkan sejumlah uang pada saat anak masuk SD, masuk SMP, masuk SMA, dan masuk perguruan tinggi. Sehingga, jika orangtua masih hidup hingga polis asuransi berakhir, anak hanya mendapatkan porsi tabungan dalam bentuk pembayaran yang dijanjikan tersebut plus bonus bila ada. Pahami bahwa asuransi pendidikan yang dijelaskan di artikel ini bukan lah asuransi berbasis unit-link.

Setiap produk keuangan pasti memiliki nilai plus dan minus, tergantung kebutuhan dari keluarga. Tabungan pendidikan memiliki fleksibilitas dalam penentuan durasi karena orangtua bebas mau menabung untuk jangka waktu berapa tahun. Dengan demikian, orangtua dapat mengkombinasikan tabungan pendidikan dengan jenis investasi lainnya juga. Dalam hal asuransi pendidikan, orangtua biasanya akan lebih terpaku dengan durasi kontrak jangka panjang hingga anak memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi. Namun, poin plus dari asuransi pendidikan adalah memberikan kepastian adanya dana untuk kebutuhan pendidikan hingga anak berusia 17 tahun, terlepas kehadiran orangtua atau tidak.

Kesimpulannya, apabila orangtua masih ingin mengkombinasikan dana pendidikan anak dengan aset investasi yang lain, maka tabungan pendidikan dapat dipertimbangkan sebagai produk yang dapat melengkapi rencana dana pendidikan anak. Namun, jika orangtua lebih menitikberatkan perhatian atas jaminan ketersediaan dana pendidikan dikarenakan adanya faktor risiko yang lebih tinggi, maka asuransi pendidikan dapat menjadi pertimbangan. Apa pun pilihan orangtua, hal yang terpenting adalah mempersiapkan dana pendidikan sejak dini. Jadi, sudahkah Anda mempersiapkan dana pendidikan anak?

Live a Beautiful Life!

Oleh: Prita Ghozie dari ZAP Finance

Asuransi Endowment berbasis Syariah untuk Nasabah perorangan

Proteksi Prima Syariah

Tabungan Syariah berjangka dengan setoran dan jangka waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan Nasabah

PermataTabungan iB Masa Depan

Aspirasi Untuk Kamu

17 SEP 2019 | SYARIAH ASPIRASI KELUARGA

Mengelola Keuangan untuk Pelajar

01 SEP 2019 | KONVENSIONAL ASPIRASI KELUARGA

Lebih Untung Mana: Beli Rumah Cash atau Mencicil?

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan