Skip to main content

ORI017

Dasar Hukum

  • Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara  (”Undang-Undang SUN”) 
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27/PMK.08/2020 tentang Penjualan Surat Utang Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik  

Tujuan Penerbitan ORI

Sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapata dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 dan perubahannya, termasuk pembiayaan untuk upaya penanganan dan pemulihan dampak dari pandemi Covid-19.

Manfaat Berinvestasi ORI

  • Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya;
  • Pada saat diterbitkan (Pasar Perdana), kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN;
  • Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo;
  • Kupon dibayar setiap bulan;
  • Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dengan mekanisme Bursa Efek atau Transaksi di luar Bursa (over the counter);
  • Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Agen Penjual yang dapat dieksekusi kepada nasabahnya yang membeli di Pasar Perdana;
  • Berpotensi memperoleh capital gain bila ORI dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder;
  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain, antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau jaminan dalam rangka transaksi Efek. Kebijakan peminjaman atau penjaminan ORI mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak; 
  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Risiko Berinvestasi ORI

  • Risiko gagal bayar (default risk)
    Adalah risiko dimana investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo. ORI tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang SUN bahwa negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara, termasuk ORI sampai dengan jatuh tempo, yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya. 
  • Risiko pasar (market risk)
    Adalah potensi kerugian (capital loss) bagi investor akibat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keseluruhan dari pasar Keuangan, antara lain perubahan suku bunga, perubahan fundamental ekonomi dan kondisi politik yang tidak stabil.
    Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila investor menjual ORI di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Risiko pasar dalam investasi ORI dapat dihindari apabila pembeli ORI di pasar perdana tidak menjual ORI sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual (pasar) lebih tinggi daripada harga beli setelah dikurangi biaya transaksi. Pada saat harga pasar turun, Pemilik ORI tetap mendapat kupon setiap bulan sampai jatuh tempo. Pemilik ORI tetap menerima pelunasan pokok sebesar 100% (seratus persen) ketika ORI jatuh tempo.
  • Risiko likuiditas (liquidity risk)
    Adalah suatu risiko apabila investor tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. Risiko likuiditas (liquidity risk) dapat terjadi apabila Pemilik ORI membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual pada harga yang wajar. Risiko ini dapat dihindari karena ORI dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau menjualnya kepada Agen Penjual. Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.

Syarat Berinvestasi ORI

  • Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang ditunjukkan dengan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) yang masih berlaku.
  • Pemesanan pembelian ORI minimum 1 (satu) unit atau senilai Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dan dengan kelipatan 1 (satu) unit atau senilai Rp1.000.000 (satu juta rupiah) .  Pemesanan pembelian ORI per investor maksimum 3.000 (tiga ribu) unit atau senilai Rp3.000.000.000 ( tiga miliar rupiah)

Prosedur Berinvestasi ORI

  • Investasi di Pasar Perdana
    • Sebelum membeli ORI pastikan anda mempunyai: Subreg Permata, SID Obligasi, Profil Resiko Aktif, dan Username & Password PermataNet yang dapat diperoleh di cabang PermataBank.
    • ORI hanya dapat dipesan melalui channel PermataNet saja.
    • Lakukan pemesanan dengan log in ke PermataNet, lalu akses menu "Investasi" lalu pilih "SBN Ritel Online".
    • Re-register SID Obligasi via menu "Register".
    • Lakukan pemesanan via menu "Pemesanan".
    • Setelah itu, anda akan mendapatkan kode billing melalui email untuk pembayaran.
    • Lakukan pembayaran atas pemesanan ORI yang dapat dibayarkan melalui ATM Permata dan Teller Permata (atau ATM dan Teller Bank Persepsi lainnya). 
    • Melakukan pengecekan atas pemesanan yang sudah dibayarkan dengan log in ke PermataNet, dan akses menu "Investasi" lalu pilih "SBN Ritel Online".
    • Pilih menu "Monitoring Pemesanan".
    • Cek status pemesanan, pemesanan yang telah dibayar berstatus "Completed Order"
    • Setiap Pemesanan Pembelian bersifat mengikat, tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali.
    • Perpajakan yang berlaku atas SR mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perpajakan.
    • Pemerintah menerapkan Minimum Holding Period. Minimum Holding Period ORI mengikuti ketentuan pada Memorandum Informasi yang berlaku.
  • Investasi di Pasar Sekunder
    • Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek.
    • Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme non-bursa (over the counter) dapat melalui Perusahaan Efek atau Bank Umum.

Mekanisme Pembayaran Kupon dan Pokok

Pemerintah melalui Bank Indonesia (“BI”) mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran Kupon dan/atau Pokok ORI ke Subregistry. Selanjutnya Subregistry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor pada Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran Kupon dan/atau Pokok ORI. Pihak yang tercatat sebagai pemegang ORI pada Subregistry 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal pembayaran Kupon dan atau Pokok ORI,  berhak atas Kupon dan/atau Pokok ORI.

Catatan: terkait dengan mekanisme pembayaran kupon dalam Memo Info (“Memo”), diatur bahwa jika pembayaran Kupon bertepatan dengan hari dimana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

Contoh Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi

Contoh 1
Investor A membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp10.000.000 dengan kupon 6,5% dan tidak dijual sampai jatuh tempo,maka hasil yang diperoleh adalah:
Kupon    = 6,5% x Rp10.000.000 x 1/12 
             = Rp54.167 setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
Pokok pada saat jatuh tempo Rp10.000.000

Contoh 2
Investor B membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp10.000.000 dengan kupon  6,5% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah: 
Kupon    = 6,5% x Rp10.000.000 x 1/12 
             = Rp54.167 setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
Capital Gain (bila suku bunga acuan turun)
             = Rp10.000.000 x (105-100)%
             = Rp500.000
Pokok yang diterima saat dijual Rp10.500.000 yang berasal dari Pokok ORI sebesar Rp10.000.000 + Capital Gain.

Contoh 3
Investor C membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp10.000.000 dengan kupon  6,5% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah: 
Kupon    = 6,5% x Rp10.000.000 x 1/12 
             = Rp54.167 setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
Capital Loss (bila suku bunga acuan turun)
             = Rp10.000.000x (95-100)%
             = Rp500.000
Pokok yang diterima saat dijual Rp9.500.000 yang berasal dari Pokok ORI sebesar Rp10.000.000 - Capital Loss.

Perhitungan di atas belum  memperhitungkan pembayaran pajak atas Kupon dan capital gain serta biaya transaksi di Pasar Sekunder

Penatausahaan

Pencatatan kepemilikan dilakukan secara elektronik (scriptless). Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang SUN kegiatan penatausahaan yang mencakup pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta agen pembayar kupon dan pokok SUN dilaksanakan oleh BI. Selanjutnya BI menunjuk PT. Bank Permata, Tbk.  (“PermataBank”) sebagai salah satu Subregistry untuk membantu pelaksanaan penatausahaan tersebut.

Memorandum Informasi

Penerbit Pemerintah Republik Indonesia
Seri ORI017
Masa Penawaran 15 Juni - 9 Juli 2020
Tanggal Penetapan 13 Juli 2020
Tanggal Setelmen 15 Juli 2020
Tanggal Jatuh Tempo 15 Juli 2023
Minimum Holding Period Perdagangan, pengalihan dan/atau pemindahbukuan atas kepemilikan Obligasi Negara Ritel Seri ORI017 dapat mulai dilakukan mulai tanggal 16 September 2020 atau setelah berakhirnya Holding Period yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu setelah pembayaran kupon kedua.
Tanggal Coupon Pertama 15 Agustus 2020 (Short Coupon)
Minimum Pemesanan Rp 1.000.000,- (satu Juta rupiah) per unit, kelipatan Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)
Maksimum Pemesanan Maksimum Pemesanan Pembelian untuk setiap pemesan adalah sebesar Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar Rupiah) atau setara dengan 3.000 (tiga ribu) unit secara kumulatif pada seluruh Agen Penjual. Perhitungan atas Pemesanan Pembelian dilakukan berdasarkan sistem kuota maksimum harian pada website Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Disclaimer

Pelajari terlebih dahulu seluruh informasi mengenai penawaran Obligasi Negara Ritel secara seksama sebelum Anda melakukan investasi. Keputusan untuk membeli Obligasi Negara Ritel ini seyogyanya disesuaikan dengan kebutuhan investasi dan tingkat toleransi Anda terhadap risiko investasi. Brosur ini hanya sebagai sarana informasi mengenai Obligasi Negara Ritel dan tidak dimaksudkan sebagai penawaran resmi untuk membeli  Obligasi Negara Ritel yang dipasarkan atau dijual melalui PermataBank. Obligasi Negara Ritel bukan merupakan produk perbankan yang diterbitkan dan/atau dikelola PermataBank, oleh karena itu PermataBank tidak memberikan ganti rugi atau pertanggung jawaban dalam bentuk apapun kepada pihak manapun  atas seluruh risiko, akibat dan konsekuensi apapun yang timbul berkenaan dengan Obligasi Negara Ritel maupun investasi yang Anda lakukan dalam Obligasi Negara Ritel. Obligasi Negara Ritel ini juga tidak termasuk dalam cakupan program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS terhadap kewajiban pembayaran bank umum.

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan