Skip to main content

6 Penyebab Milenial Susah Nabung, Apakah Kamu Juga Begitu?

Apr 15, 2021
4 Menit

Generasi milenial yang lahir di tahun 1981-1996 kini semuanya sudah masuk di usia produktif. Namun, generasi milenial seringkali disebut sebagai generasi yang susah menabung. Hal ini juga dibenarkan oleh penelitian dari Luno dan Dahlia Research yang mengungkapkan bahwa 69% dari 7,000 orang generasi milenial tidak menabung rutin! Apa yang menyebabkan milenial jadi susah nabung? Mari kenali penyebabnya supaya kamu bisa berbenah diri dan mulai nabung rutin. 

Selalu Mau Beli Barang Terbaru
Kecenderungan kaum milenial yang mudah bosan dan selalu ingin mengikut tren terbaru menjadi penyebab pertama mengapa generasi milenial terkenal susah nabung. Misalnya seperti smartphone terbaru, biasanya dirilis setiap tahun oleh sejumlah brand, yang selalu ramai antrean. Padahal, harga smartphone terbaru pun tidak murah!

Nah, kalau kamu salah satunya yang suka tidak sabaran untuk mengganti barang lama dengan barang keluaran terbaru, coba tanyakan dulu pada diri sendiri. Apakah barang lama yang kamu miliki sudah rusak sehingga harus diganti? Apakah ada kebutuhan kamu yang belum terpenuhi oleh barang lama yang dimiliki? Jika kamu sendiri masih ragu dalam menjawab dua pertanyaan itu, sebaiknya tunda dulu pembelian dan simpan uang untuk kebutuhan lainnya.

Suka Impulse Buying
Lihat ada diskon atau promo cashback, langsung mau belanja! Ini dia kelemahan dari kaum milenial, susah nabung karena susah menolak tawaran diskon. Sebetulnya diskon atau cashback bisa membantu menekan pengeluaran kamu, asalkan kamu membeli barang-barang yang memang dibutuhkan. Lain lagi kalau kamu sebelumnya tidak tertarik membeli barang tersebut tetapi tergiur diskon. 

“Wah, mumpung lagi murah, kenapa tidak sekalian beli saja?” Pikiran ini yang pasti terlintas di benak. Tenangkan diri dulu dan mari introspeksi diri. Hindari buyer’s remorse, penyesalan karena membeli barang mahal yang sebetulnya tidak dibutuhkan. Pastikan pengeluaran tidak melebihi anggaran, ya. 

Punya Prinsip “Hidup Hanya Sekali”
Kebanyakan kaum milenial sering sekali menyuarakan “you only live once (YOLO)” atau prinsip hidup hanya sekali. Memang benar, hidup itu harus dinikmati tanpa penyesalan. Namun, apa jadinya kalau kamu menghamburkan uang setelah menerima gaji, lalu hidup pas-pasan menjelang akhir bulan? Apalagi kalau sampai uang habis dan susah nabung, kamu tidak punya pegangan masa depan nantinya, lho! 

Ini malah akan membawa kamu menuju kesenangan sesaat, di mana nanti saat sudah menua, kamu akan menanggung beban finansial yang berat. Boleh saja sesekali memanjakan diri, namun lakukan setelah kamu sudah menyisihkan uang untuk seluruh kebutuhan dan tagihan serta uang untuk menabung.

Gaji Stagnan
Apakah kamu merasa pengeluaran terus meningkat sementara gaji tetap itu-itu saja? Kamu tidak sendirian, ini fenomena yang dialami oleh banyak generasi milenial dan menjadikan mereka semakin susah nabung. Terkadang, menekan pengeluaran saja masih belum cukup. 

Kamu bisa mencoba menambah pemasukan lewat mengajukan promosi jabatan atau buka bisnis sampingan. Selaraskan bisnis sampingan dengan hobi atau kemampuan kamu. Misalnya kamu jago menulis, kamu bisa coba menjadi freelance writer di akhir pekan. Buat yang suka masak, bisa buka open PO masakan di Instagram. 

Utang Menumpuk
Karena pengeluaran yang membengkak, tidak jarang kaum milenial menggunakan kartu kredit atau pinjaman untuk memenuhi kebutuhan primer, bahkan kebutuhan sekunder dan tersier. Hal yang menjadi masalah adalah ketika kamu telat membayar utang ini. 

Akhirnya, cicilan pun jadi membengkak dan tanpa kamu sadari, utang jadi menumpuk. Jika sudah begini, sebaiknya kamu prioritaskan diri untuk melunasi seluruh utang yang dimiliki sebelum menambah pengeluaran besar. 

Kurang Paham Soal Cara Mengelola Finansial
Sayangnya, masih banyak kaum milenial yang kurang melek finansial. Dalam beberapa kasus, generasi milenial cenderung tidak menjadwalkan pengeluaran rutin mereka, seperti tagihan listrik dan internet, sehingga telat bayar dan terkena denda. Belum lagi, banyak dari mereka yang hanya punya satu tabungan untuk menyimpan uang dan tidak memiliki asuransi.

Apa dampak buruknya? Milenial jadi susah nabung karena uang bulanan mereka selalu habis terpakai. Solusinya, atur anggaran di awal bulan begitu baru menerima gaji. Porsikan pos pengeluaran sesuai kebutuhan. Lalu, sisihkan paling sedikit 10%-30% uang untuk tabungan. 

Nah, buat kamu yang susah nabung, segera buka PermataME. PermataME adalah tabungan yang cocok untuk para kaum muda. Dengan PermataME kamu bisa nikmati  cashback 10% setiap transaksi transportasi online, cashback 20% belanja online serta cashback 30% transaksi ngopi dan nonton. Walaupun rutin nabung, kamu tetap bisa bergaya hidup kekinian. PermataME juga bisa dibuka secara online lewat aplikasi mobile banking PermataMobile X . Jadi, tidak perlu repot-repot datang ke bank. 

Bersama campaign #CantStopME, PermataBank menawarkan berbagai produk perbankan yang cocok untuk kaum milenial, mulai dari tabungan, kartu kredit, KPR, KTA, hingga investasi. Cek info lengkapnya di sini.

Tabungan yang mendukung gaya hidup kekinian

PermataME

Tabungan dengan manfaat cashback dan hadiah langsung

PermataTabungan Bebas

Aspirasi Untuk Kamu

...

Kebijakan Privasi

...

Syarat dan Ketentuan