SR011

SR011

  • Web Banner SR011

    PermataWealth Management

    Sukuk Negara Ritel

    SR011


    Segera hubungi RM Anda atau kunjungi cabang PermataBank terdekat untuk melakukan pemesanan SR011


    Penawaran Tanggal 1 - 21 Maret 2019



    Dasar Hukum

    1. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara
    2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2008 Tentang Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara dan perubahannya sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2012.
    3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2008 Tentang Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara dan perubahannya sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 127 Tahun 2015.
    4. PMK Republik Indonesia Nomor 218/PMK.08/2008 TentangPenerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara Ritel di Pasar Perdana Dalam Negeri Sebagaimana diubah dengan PMK RI Nomor 218/PMK.08/2008.
    5. PMK Republik Indonesia Nomor 129/PMK.08/2011 Tentang Penggunaan Proyek Sebagai Dasar Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara.
    6. PMK Republik Indonesia Nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.


    Tujuan Penerbitan SR

    Sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun bersangkutan dan perubahannya.


    Manfaat Berinvestasi

    • Turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
    • Pembayaran Imbalan/Kupon dan Nilai Nominal Sukuk Negara Ritel telah dijamin oleh Pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN setiap tahunnya, sehingga Sukuk Negara Ritel tidak mempunyai risiko gagal bayar.
    • Pada saat diterbitkan di Pasar Perdana, Imbalan/Kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
    • Imbalan/Kupon dengan jumlah tetap (fixed coupon) sampai pada Tanggal Jatuh Tempo.
    • Imbalan/Kupon dibayar setiap bulan.
    • Sukuk Negara Ritel dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dengan mekanisme transaksi di Bursa Efek maupun transaksi di luar Bursa Efek (over the counter).
    • Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Agen Penjual yang dapat dieksekusi kepada nasabahnya yang membeli di Pasar Perdana.
    • Berpotensi memperoleh capital gain bila dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder.
    • Dapat dipinjamkan atau digadaikan kepada pihak lain, termasuk jaminan dalam rangka transaksi efek, sesuai kebijakan dan mengikuti ketentuan serta persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak.
    • Berpartisipasi dalam aktivitas pasar keuangan dengan cara dan metode yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.


    Risiko Berinvestasi SR

    • Risiko Pasar (market risk)
    • Resiko pasar adalah potensi kerugian apabila terjadi kenaikan tingkat bungan yang menyebabkan penurunan harga Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder. Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila investor menjual Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya.

    • Risiko Likuiditas (liquidity risk)
    • Risiko likuiditas adalah potensi kerugian apabila sebelum jatuh tempo Pemilik Sukuk Negara Ritel yang memerlukan dana tunai mengalami kesulitan dalam menjual Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder pada tingkat harga (pasar) yang wajar.



    Syarat Berinvestasi SR

    • Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang ditunjukkan dengan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) yang masih berlaku.
    • Pemesanan pembelian minimum 5 (lima) unit atau senilai Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah) dan dengan kelipatan 5 (lima) unit atau senilai Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah) . Pemesanan pembelian per investor maksimum 5.000 (lima ribu) unit atau senilai Rp. 5.000.000.000,- ( lima miliar rupiah)


    Prosedur Berinvestasi SR

    Investasi di Pasar Perdana

    • Membuka rekening tabungan di PermataBank atas nama calon nasabah untuk menampung dana tunai atas pembayaran kupon dan pokok SR pada saat jatuh tempo dan rekening surat berharga di Subregistry PermataBank atas nama calon investor untuk tujuan pencatatan kepemilikan SR.
    • Mengisi Formulir pemesanan di PermataBank sebagai Agen Penjual yang ditunjuk oleh pemerintah dengan melampirkan fotocopy KTP.
    • Menyediakan dana sebesar nominal pemesanan.
    • Melunasi biaya pemesanan SR di Pasar Perdana antara lain berupa :
      • biaya meterai Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah) untuk membuka rekening tabungan pada Bank.
      • biaya transfer dana untuk menampung dana pemesanan ORI.
    • Memperoleh hasil penjatahan pemerintah dari Agen Penjual sesuai ketentuan yang berlaku.
    • Menerima bukti kepemilikan surat berharga dari Agen Penjual/Subregistry.
    • Menerima pengembalian sisa dana dalam hal jumlah pemesanan tidak sepenuhnya dimenangkan.
    • Setiap Pemesanan Pembelian bersifat mengikat, tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali.
    • Perpajakan yang berlaku atas SR mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perpajakan.
    • Pemerintah dapat membeli kembali SR sebelum jatuh tempo, melalui mekanisme pasar, yaitu pembelian di pasar sekunder dengan mempertimbangkan harga pasar yang berlaku.
    • Pemerintah menerapkan Minimum Holding Period. Minimum Holding Period SR mengikuti ketentuan pada Memorandum Informasi yang berlaku.

    Investasi di Pasar Sekunder

    • Pembelian SRyang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek.
    • Pembelian SR yang dilakukan dengan mekanisme non-bursa (over the counter) dapat melalui Perusahaan Efek atau Bank Umum.


    Mekanisme Pembayaran Kupon & Pokok

    Pemerintah melalui Bank Indonesia (“BI”) mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran Kupon dan/atau Pokok SR ke Subregistry. Selanjutnya Subregistry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor pada Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran Kupon dan/atau Pokok SR. Pihak yang tercatat sebagai pemegang SR pada Subregistry 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal pembayaran Kupon dan atau Pokok SR, berhak atas Kupon dan/atau Pokok SR.

    Catatan: terkait dengan mekanisme pembayaran kupon dalam Memo Info (“Memo”), diatur bahwa jika pembayaran Kupon bertepatan dengan hari dimana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.


    Contoh Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi

    Contoh 1
    Investor A membeli SR di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,- dengan kupon 6,5% dan tidak dijual sampai jatuh tempo,maka hasil yang diperoleh adalah:
    Kupon
    = 6,5% x Rp.10.000.000,- x 1/12
    = Rp.54.167,- setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
    Pokok pada saat jatuh tempo Rp.10.000.000,-

    Contoh 2
    Investor B membeli SR di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,- dengan kupon 6,5% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:
    Kupon
    = 6,5% x Rp.10.000.000,- x 1/12
    = Rp.54.167,- setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
    Capital Gain (bila suku bunga acuan turun)
    = Rp.10.000.000,-x (105-100)%
    = Rp.500.000,-
    Pokok yang diterima saat dijual Rp.10.500.000,-yang berasal dari Pokok ORI sebesar Rp.10.000.000,- + Capital Gain.

    Contoh 3
    Investor C membeli SR di Pasar Perdana sebesar Rp.10.000.000,- dengan kupon 6,5% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:
    Kupon
    = 6,5% x Rp.10.000.000,- x 1/12
    = Rp.54.167,- setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
    Capital Loss (bila suku bunga acuan turun)
    = Rp.10.000.000,-x (95-100)%
    = Rp.500.000,-
    Pokok yang diterima saat dijual Rp.9.500.000,- yang berasal dari Pokok ORI sebesar Rp.10.000.000,- Capital Loss.

    Perhitungan di atas belum memperhitungkan pembayaran pajak atas Kupon dan capital gain serta biaya transaksi di Pasar Sekunder.


    Penatausahaan

    Pencatatan kepemilikan dilakukan secara elektronik (scriptless). Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang SUN kegiatan penatausahaan yang mencakup pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta agen pembayar kupon dan pokok SUN dilaksanakan oleh BI. Selanjutnya BI menunjuk PT. Bank Permata, Tbk. (“PermataBank”) sebagai salah satu Subregistry untuk membantu pelaksanaan penatausahaan tersebut.


    Memorandum Informasi

    Tabel SR011

    Disclaimer

    Disclaimer:

    Pelajari terlebih dahulu seluruh informasi mengenai penawaran Surat Berharga Syariah Negara secara seksama sebelum Anda melakukan investasi. Keputusan untuk membeli Surat Berharga Syariah Negara ini seyogyanya disesuaikan dengan kebutuhan investasi dan tingkat toleransi Anda terhadap risiko investasi. Brosur ini hanya sebagai sarana informasi mengenai Surat Berharga Syariah Negara dan tidak dimaksudkan sebagai penawaran resmi untuk membeli Surat Berharga Syariah Negara yang dipasarkan atau dijual melalui PermataBank. Surat Berharga Syariah Negara bukan merupakan produk perbankan yang diterbitkan dan/atau dikelola PermataBank, oleh karena itu PermataBank tidak memberikan ganti rugi atau pertanggung jawaban dalam bentuk apapun kepada pihak manapun atas seluruh risiko, akibat dan konsekuensi apapun yang timbul berkenaan dengan Surat Berhagr Syariah Negara maupun investasi yang Anda lakukan dalam Surat Berharga Syariah Negara. Surat Berharga Syariah Negara ini juga tidak termasuk dalam cakupan program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS terhadap kewajiban pembayaran bank umum.



PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami