ST-002

ST-002

  • Web Banner Sukuk Tabungan ST-002

    PermataWealth Management


    Segera hubungi RM Anda atau kunjungi cabang PermataBank terdekat untuk melakukan pemesanan ST-002


    Penawaran Tanggal 1 November - 22 November 2018



    Dasar Hukum

    1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, antara lain mengatur hal-hal sebagai berikut:
      • Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2), Menteri Keuangan berwenang untuk melaksanakan penerbitan SBSN;
      • Pasal 6 ayat (1), Penerbitan SBSN dapat dilakukan secara langsung oleh Pemerintah atau melalui Perusahaan Penerbit SBSN;
      • asal 9 ayat (2), Pemerintah wajib membayar Imbalan dan Nilai Nominal setiap SBSN sesuai dengan ketentuan Akad penerbitan SBSN;
      • Pasal 9 ayat (3), dana untuk membayar Imbalan dan Nilai Nominal SBSN disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun sampai dengan berakhirnya kewajiban tersebut;
    2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 56 Tahun 2008 tentang Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2008 tentang Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara.
    3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 57 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 127 Tahun 2015 tentang Pendirian Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia.
    4. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 125/PMK.08/2018 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik
    5. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 129/PMK.08/2011 tentang Penggunaan Proyek Sebagai Dasar Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara.
    6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.
    7. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 215/KMK.08/2008 tentang Penunjukan Bank Indonesia Sebagai Agen Penata Usaha, Agen Pembayar dan Agen Lelang Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Dalam Negeri.


    Bentuk dan Jenis SBSN

    Bentuk SBSN yang akan diterbitkan adalah SBSN tanpa warkat (scripless) dan tidak dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dengan jenis Akad Wakalah. SBSN ini diterbitkan khusus untuk investor individu Warga Negara Indonesia, sehingga untuk selanjutnya disebut dengan Sukuk Tabungan seri ST-002


    Struktur Akad Wakalah

    Sukuk Tabungan seri ST-002 dengan jenis Akad Wakalah diterbitkan atas dasar kesepakatan antara Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dan Pemerintah untuk melakukan pengelolaan objek Ijarah yang terdiri dari Barang Milik Negara dan pengadaan Proyek sebagai Aset SBSN.

    Transaksi dalam rangka penerbitan Sukuk Tabungan seri ST-002 dengan Akad Wakalah, terdiri dari kegiatan sebagai berikut:

    1. Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia selaku Wali Amanat/Wakil dari Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002 menyatakan kesanggupannya untuk menerima serta mengelola dana hasil penerbitan sukuk dan akan mengivestasikan dana dari hasil penerbitan Sukuk Tabungan untuk pembelian Aset SBSN (Underlying Asset), baik berupa BMN dan Proyek serta menunjuk Pemerintah sebagai wakil dalam pengadaan proyek sesuai dengan jenis, nilai dan spesifikasi tertentu.
    2. Pembelian hak manfaat Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dari Pemerintah untuk digunakan sebagai obyek Ijarah sesuai dengan jenis, nilai dan spesifikasi tertentu berdasarkan Akad Bai’.
    3. Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia selaku wakil dari Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002 dengan Pemerintah membuat Perjanjian Pengadaan Proyek untuk membeli Proyek dari Pemerintah. Selanjutnya atas dasar Perjanjian Pengadaan Proyek, Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia memberikan kewenangannya kepada Pemerintah untuk melakukan pengadaan Proyek dalam rangka penyediaan obyek ijarah sesuai dengan jenis, nilai dan spesifikasi tertentu.
    4. Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia selaku pemberi sewa dan Pemerintah selaku penyewa mengadakan akad Ijarah (perjanjian sewa-menyewa Aset SBSN) dengan ketentuan:
      1. ijarah (sewa) BMN oleh Pemerintah untuk digunakan dalam operasional pemerintahan sehari-hari.
      2. ijarah (sewa) Proyek, yang akan digunakan sebagai kompensasi dari imbalan jasa pemeliharaan atas Obyek Ijarah (yang akan diatur dalam Perjanjian Pemberian Kuasa (Akad Wakalah Atas Pemeliharaan Obyek Ijarah)
    5. Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia memberikan kuasa kepada Pemerintah untuk memelihara Obyek Ijarah yang telah disewa dalam Akad Ijarah berdasarkan Akad Wakalah Atas Pemeliharaan Obyek Ijarah.
    6. Pernyataan menjual dari Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dimana Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia hanya akan menjual Aset SBSN kepada Pemerintah baik dalam hal akan melakukan Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) atau pada saat pengakhiran Akad Ijarah, dengan harga yang disepakati oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dan Pemerintah.
    7. Pernyataan membeli dari Pemerintah dimana Pemerintah akan membeli Aset SBSN yang dijual oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dalam hal Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) atau pada saat pengakhiran Akad Ijarah, dengan harga yang disepakati oleh Pemerintah dan Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia


    Tujuan Penerbitan ST-002

    Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan dan penjualan Sukuk Tabungan seri ST-002 ini akan digunakan oleh Pemerintah untuk membiayai APBN termasuk pembiayaan Proyek dalam APBN untuk Tahun Anggaran 2018


    Keuntungan Berinvestasi ST-002

    1. Pembayaran Imbalan/Kupon dan Nilai Nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 dijamin oleh Negara berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN setiap tahunnya, sehingga Sukuk Tabungan seri ST-002 tidak mempunyai risiko gagal bayar.
    2. Pada saat diterbitkan, Imbalan/Kupon Sukuk Tabungan seri ST-002 ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.
    3. Imbalan/Kupon mengambang dengan jaminan kupon minimal (floor) sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo.
    4. Imbalan/Kupon Sukuk Tabungan seri ST-002 dibayar setiap bulan.
    5. Terdapat fasilitas Early Redemption tanpa dikenakan Redemption Cost.
    6. Kemudahan akses untuk melakukan Transaksi Pembelian dan pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) melalui Sistem Elektronik.
    7. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
    8. Memberikan akses kepada investor untuk berpartisipasi dalam aktivitas pasar keuangan dengan cara dan metode yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah


    Risiko Berinvestasi ST-002

    Ada 2 (dua) jenis risiko potensial yang perlu dipertimbangkan oleh investor dalam berinvestasi pada Sukuk Tabungan seri ST-002 sebagaimana halnya instrumen investasi lainnya yang diterbitkan oleh Pemerintah. Kedua jenis risiko tersebut adalah:

    1. Risiko gagal bayar (default risk) adalah risiko apabila investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo baik Imbalan/Kupon dan Nilai Nominal.
      Sebagai instrumen pasar modal, Sukuk Tabungan seri ST-002 termasuk instrumen yang bebas risiko (risk free instrument) karena pembayaran Imbalan/Kupon dan Nilai Nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 dijamin oleh Pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang APBN.
    2. Risiko likuiditas (liquidity risk), adalah kesulitan dalam menjual Sukuk Tabungan seri ST-002 sebelum jatuh tempo apabila investor memerlukan dana tunai.
      Sukuk Tabungan seri ST-002 memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan/dialihkan. Namun Sukuk Tabungan seri ST-002 dapat dicairkan sebelum jatuh tempo dengan memanfaatkan fasilitas Early Redemption


    Syarat Berinvestasi ST-002

    • Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri c.q. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
    • Pemesanan Pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 minimum adalah 1 (satu) unit atau senilai Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan dengan kelipatan 1 (satu) unit atau senilai Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah). Pemesanan Pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 per investor maksimum adalah 3.000 (tiga ribu) unit atau senilai Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).


    Prosedur Berinvestasi ST-002

    Ketentuan dan Prosedur Registrasi pada Mitra Distribusi

    1. Sebelum melakukan Pemesanan Pembelian SBSN Ritel untuk pertama kalinya pada suatu Mitra Distribusi, calon investor terlebih dahulu melakukan proses registrasi melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi. Informasi mengenai alamat website dan/atau aplikasi pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 dari masing-masing Mitra Distribusi tercantum dalam Lampiran I Memorandum Informasi ini.
    2. Proses registrasi dilakukan oleh calon investor dengan memasukkan informasi paling kurang mengenai Single Investor Identification (SID), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga yang dimilikinya.
    3. Calon investor yang belum memiliki Single Investor Identification (SID), rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, harus terlebih dahulu membuatnya dengan dibantu oleh Mitra Distribusi.
    4. Proses registrasi dan pembuatan Single Investor Identification (SID), nomor rekening surat berharga, dan/atau nomor rekening dana dapat dilakukan sebelum Masa Penawaran SBSN Ritel dimulai.
    5. Single Investor Identification (SID), rekening surat berharga, dan rekening dana yang dimasukkan ke dalam Sistem Elektronik harus atas nama calon investor Sukuk Tabungan seri ST-002. Mitra Distribusi melakukan verifikasi atas kesesuaian Single Investor Identification (SID), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga dengan identitas calon investor Sukuk Tabungan seri ST-002. Pemerintah dalam hal diperlukan dapat melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan validitas data calon investor Sukuk Tabungan seri ST-002.
    6. Sebelum menyampaikan registrasi, calon investor wajib terlebih dahulu membaca dan menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan layanan Sistem Elektronik serta memastikan bahwa data yang disampaikan adalah benar dan lengkap.

    Pembukaan rekening surat berharga di Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub- Registry dimaksudkan untuk mencatat kepemilikan Sukuk Tabungan seri ST-002 atas nama investor.

    Pembukaan rekening dana di bank umum dimaksudkan untuk menampung dana tunai atas pembayaran imbalan/kupon dan Nilai Nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 pada saat jatuh tempo dan saat Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption).

    Ketentuan dan Prosedur Pemesanan Pembelian

    1. Pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 dapat dilakukan setiap saat selama Masa Penawaran.
    2. Pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 dilakukan oleh calon investor yang telah teregister pada Mitra Distribusi melalui Sistem Elektronik dengan menggunakan komputer dan/atau media elektronik lainnya yang terhubung dengan jaringan internet.
    3. Calon investor wajib terlebih dahulu membaca dan memahami Memorandum Informasi ini sebelum memutuskan untuk melakukan pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002.
    4. Calon investor melakukan pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 dengan memasukkan data pemesanan melalui Sistem Elektronik pada Mitra Distribusi.
    5. Setiap pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 kemudian akan diteruskan secara real time dari Sistem Elektronik yang ada pada Mitra Distribusi ke Sistem Elektronik yang ada pada Kementerian Keuangan.
    6. Sistem Elektronik pada Kementerian Keuangan akan melakukan verifikasi atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 yang masuk terhadap ketersediaan kuota (target) per seri penerbitan Pemerintah serta terhadap pemenuhan ketentuan mengenai batasan Transaksi Pembelian untuk setiap Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification / SID). Proses verifikasi dilakukan berdasarkan urutan waktu (time priority) masuknya pemesanan ke dalam Sistem Elektronik pada Kementerian Keuangan.
    7. Pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 yang telah terverifikasi (verified order) beserta kode pembayaran akan diinformasikan kepada calon investor melalui Sistem Elektronik pada Mitra Distribusi dan/atau melalui surat elektronik (e-mail) yang terdaftar.
    8. Setiap pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 yang telah terverifikasi (verified order) tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali.
    9. Setiap pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 yang telah terverifikasi (verified order) akan mengurangi jumlah kuota pembelian maksimum Sukuk Tabungan seri ST-002 per individu.

    Ketentuan dan Prosedur Pembayaran atas Pemesanan Pembelian

    1. Calon investor melakukan pembayaran atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 yang terverifikasi (verified order) berdasarkan kode pembayaran yang telah diterima oleh calon investor.
    2. Pembayaran atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 dilakukan melalui saluran-saluran pembayaran kepada rekening pemerintah yang dimiliki oleh Bank/Pos Persepsi paling lambat 3 (tiga) jam setelah pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 terverifikasi. Informasi mengenai daftar Bank/Pos Persepsi yang dapat menerima pembayaran atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 tercantum dalam Lampiran III Memorandum Informasi ini.
    3. Pembayaran atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 dapat dilakukan setiap saat pada Hari Kalender. Pada hari terakhir Masa Penawaran, pembayaran atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST- 002 dapat dilakukan paling lambat pukul 13.00 WIB.
    4. Transaksi Pembelian dianggap selesai dan lengkap (completed order) setelah pembayaran atas pemesanan pembelian ST-002 berhasil dilakukan, yaitu apabila calon investor telah memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) yang tercantum pada BPN (Bukti Penerimaan Negara) yang diterbitkan oleh Bank/Pos Persepsi.
    5. Transaksi Pembelian yang telah selesai dan lengkap (completed order) akan diinformasikan kepada calon investor melalui Sistem Elektronik pada Mitra Distribusi dan/atau melalui surat elektronik (e-mail) yang terdaftar.
    6. Pemerintah memastikan bahwa setiap Transaksi Pembelian yang telah selesai dan lengkap (completed order) akan memperoleh alokasi Sukuk Tabungan seri ST-002 pada tanggal setelmen.
    7. Calon investor yang tidak melakukan pembayaran atas pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 sampai dengan batas waktu sebagaimana dijelaskan pada huruf b maka Transaksi Pembelian tersebut dianggap batal (unpaid order). Jumlah nominal Transaksi Pembelian yang dianggap batal tersebut akan dikembalikan dan menambah jumlah kuota pembelian maksimum Sukuk Tabungan seri ST-002 per individu yang bersangkutan paling lambat pada 2 (dua) Hari Kerja berikutnya.
    8. Calon investor dapat kembali melakukan pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 sepanjang masih dalam Masa Penawaran dan sesuai dengan ketentuan mengenai batasan Transaksi Pembelian untuk tiap investor.
    9. Apabila setelah berhasil melakukan pembayaran atas kode billing tetapi calon investor belum memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara), pemesanan pembelian Sukuk Tabungan seri ST-002 tersebut tidak akan dianggap batal dalam hal calon investor telah memperoleh NTB/NTP (Nomor Transaksi Bank/Nomor Transaksi Pos) yang tercantum pada BPN (Bukti Penerimaan Negara) yang diterbitkan oleh Bank/Pos Persepsi. Selanjutnya Transaksi Pembelian akan dianggap selesai dan lengkap (completed order) paling lambat pada 2 (dua) Hari Kerja berikutnya, yaitu setelah NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) berhasil diterbitkan melalui proses rekonsiliasi pada Sistem Elektronik yang ada di Kementerian Keuangan.
    10. Dalam hal terjadi kondisi pada huruf i di atas, investor wajib menginformasikan kondisi tersebut kepada Mitra Distribusi dimana investor melakukan Pemesanan Pembelian.


    Mekanisme Pembayaran Kupon dan Pokok

    Pembayaran Imbalan/Kupon dilaksanakan di Indonesia dan akan dibayarkan kepada Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002 yang tercatat pada Registry dengan mengkredit rekening dana Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002.

    Pembayaran Nilai Nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 dilakukan pada Tanggal Jatuh Tempo sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Nilai Nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 yang dimiliki kepada setiap Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002.

    Pembayaran dilaksanakan di Indonesia dengan mengkredit rekening:

    1. Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002, atau
    2. Bank yang ditunjuk oleh Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002.

    Apabila pembayaran bertepatan dengan hari di mana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada Hari Kerja berikutnya tanpa kompensasi atau tambahan Imbalan/Kupon.


    Fasilitas Early Redemption

    Investor yang Berhak Mengajukan Fasilitas Early Redemption
    Pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) ST-002 dapat dilakukan apabila investor memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada Memorandum Informasi ini.

    Masa Pengajuan (Window) Early Redemption
    Masa Pengajuan (Window) Early Redemption untuk ST-002 akan dimulai pada tanggal 28 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada tanggal 5 November2019 pukul 09.00 WIB.

    Prosedur Pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption)

    1. Pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) dilakukan pada Masa Pengajuan (Window) Early Redemption melalui Sistem Elektronik yang ada di Mitra Distribusi tempat Pemilik ST-002 melakukan pemesanan dengan menggunakan komputer dan/atau media elektronik lainnya yang terhubung dengan jaringan internet.
    2. Investor melakukan pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) dengan memasukkan jumlah nilai ST-002 yang akan diajukan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) melalui Sistem Elektronik pada Mitra Distribusi.
    3. Setiap pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) kemudian akan diteruskan secara real time ke Sistem Elektronik pada Kementerian Keuangan.
    4. Sistem Elektronik pada Kementerian Keuangan akan melakukan validasi atas pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) terhadap kesesuaian atas ketentuan mengenai Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) sebagaimana tercantum di dalam Ketentuan Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption).
    5. Pembayaran Nilai Nominal dan Kupon/Imbalan Sukuk Tabungan seri ST-002 kepada investor dilakukan pada tanggal setelmen Early Redemption yaitu tanggal 11 November 2019. Pembayaran Kupon/Imbalan Sukuk Tabungan seri ST-002 untuk periode 11 Oktober 2019 sampai dengan 10 November 2019 dilakukan secara penuh (full coupon).
    6. Dalam hal Sistem Elektronik pada Mitra Distribusi tidak lagi tersedia yang mengakibatkan Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002 tidak dapat melakukan pengajuan Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption), maka Pemerintah berwenang mengalihkan pengajuan Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) kepada Mitra Distribusi lain atau mengambil kebijakan lain yang akan ditentukan kemudian.

    Setiap pengajuan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) bersifat mengikat, tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali.


    Penatausahaan

    Pencatatan Kepemilikan Sukuk Tabungan seri ST-002

    Sukuk Tabungan seri ST-002 hanya dapat dimiliki oleh individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia. Kepemilikan dari setiap Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002 akan dicatat dalam suatu sistem oleh Registry, antara lain dengan memuat hal sebagai berikut:

    • Nama dan alamat Pemilik Sukuk Tabungan seri ST-002;
    • Jenis Sukuk Tabungan yang dimiliki;
    • Jumlah nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 yang dimiliki;

    Fasilitas untuk memonitor kepemilikan investor atas Sukuk Tabungan seri ST-002 yang akan dimilikinya tergantung dari kebijakan masing-masing Subregistry atau Partisipan/Nasabah Subregistry yang ditunjuk. Sebelum membuka rekening surat berharga pada Subregistry atau Partisipan/Nasabah Subregistry tertentu, investor perlu memastikan sejauh mana kemudahan yang diberikan Subregistry atau Partisipan/Nasabah Subregistry kepada investor dalam memonitor kepemilikan Sukuk Tabungan seri ST-002.

    Kliring dan Setelmen
    Kliring dan Setelmen Sukuk Tabungan seri ST-002 mengikuti ketentuan Bank Indonesia.

    Agen Pembayar
    Bank Indonesia bertindak sebagai Agen Pembayar melaksanakan pembayaran Imbalan/Kupon pada Tanggal Pembayaran Imbalan/Kupon dan Nilai Nominal Sukuk Tabungan seri ST-002 pada Tanggal Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) atau pada Tanggal Jatuh Tempo.


    Memorandum Informasi


    Tabel ST-002

    Disclaimer

    Disclaimer:

    Pelajari terlebih dahulu seluruh informasi mengenai penawaran Sukuk Tabungan secara seksama sebelum Anda melakukan investasi. Keputusan untuk membeli Sukuk Tabungan ini seyogyanya disesuaikan dengan kebutuhan investasi dan tingkat toleransi Anda terhadap risiko investasi. Brosur ini hanya sebagai sarana informasi mengenai Sukuk Tabungan dan tidak dimaksudkan sebagai penawaran resmi untuk membeli  Sukuk Tabungan yang dipasarkan atau dijual melalui PermataBank. Sukuk Tabungan bukan merupakan produk perbankan yang diterbitkan dan/atau dikelola PermataBank, oleh karena itu PermataBank tidak memberikan ganti rugi atau pertanggung jawaban dalam bentuk apapun kepada pihak manapun atas seluruh risiko, akibat dan konsekuensi apapun yang timbul berkenaan dengan Sukuk Tabungan maupun investasi yang Anda lakukan dalam Sukuk Tabungan. Sukuk Tabungan ini juga tidak termasuk dalam cakupan program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS terhadap kewajiban pembayaran bank umum.



PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami