Dolar Naik, Investasi apa ?

Dolar Naik, Investasi apa ?

  • PermataBank Preferred Artikel Dolar Naik Investasi Apa
    By : Prita Ghozie from ZAP Finance

    Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika masih bertahan di kisaran Rp14ribu-an hingga bulan September 2015 ini. Salah satu dampak yang sangat terasa adalah anjloknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia. Sampai kapan kondisi ini akan berlanjut? Tentunya tidak satu pun analis yang dapat memberikan kepastian. Itu sebabnya, banyak masyarakat yang mulai menghadapi tantangan dalam pemilihan aset investasi yang sesuai dengan rencana keuangan masing-masing.

    Dalam perencanaan keuangan, Anda sebaiknya tetap berpegang pada filosofi “Apa Tujuanmu?” dalam menempatkan uang ke suatu aset investasi. Tujuan finansial pada dasarnya adalah impian-impian apa saja yang ingin Anda wujudkan. Contohnya, ingin menambah properti kedua dalam 10 tahun kedepan, ingin mempersiapkan dana pendidikan anak ke universitas di Australia dalam 7 tahun kedepan, dan lainnya. Jadi, untuk mempermudah pemilihan investasi, saya akan mengajak Anda untuk menyesuaikan berdasarkan beberapa komponen dalam menjawab “Apa Tujuanmu?”

    Hal ini ternyata juga mengakibatkan gejolak dalam pasar modal yang diindikasikan oleh turunnya Indeks Harga Saham Gabungan dari level 5000an diawal tahun 2015 menjadi sekarang di kisaran 4000an. Untuk Anda yang memiliki saham, produk reksa dana campuran, dan reksa dana saham, pasti merasakan dampak dalam nilai investasi. Terlebih, kurs nilai mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika yang melemah hingga mencapai angka terendah sejak beberapa tahun silam. Pastinya berdampak besar terhadap pencapaian tujuan finansial Anda.

    Pertama, jangka waktu investasi. Dengan fakta bahwa kondisi nilai tukar di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global, maka hingga akhir tahun kemungkinan besar kondisi belum akan berbalik seperti 2 tahun silam. Sehingga, apabila jangka waktu investasi Anda sangat pendek, lebih baik menempatkan dana di produk keuangan seperti deposito yang dapat memberikan kepastian hasil.

    Lain halnya, apabila jangka waktu berinvestasi Anda diatas 5 tahun kedepan. Anda bahkan dapat menikmati potensi keuntungan yang lebih tinggi di masa depan karena membeli di saat harga turun alias diskon. Sehingga, untuk Anda yang memiliki jangka waktu investasi panjang, Anda masih dapat menempatkan dana di produk reksa dana berbasis saham seperti reksa dana campuran dan reksa dana saham. Namun, usahakan untuk tetap membeli secara berkala setidaknya satu bulan sekali.

    Kedua, kebutuhan penambahan penghasilan atau kenaikan pertumbuhan. Sebagian orang, seperti pensiunan, banyak mengandalkan tambahan penghasilan dari produk investasi. Contohnya, menempatkan dana di obligasi untuk mendapatkan kupon setiap bulan, membeli properti untuk disewakan, dan lainnya. Sedangkan, untuk orang dalam usia produktif dan masih mendapatkan penghasilan dari bekerja, umumnya menempatkan dana dengan tujuan mendapatkan pertumbuhan nilai aset. Mana yang jadi kebutuhan Anda?

    Ketiga, investasi atau spekulasi. Kembali lagi saya tegaskan perbedaan keduanya adalah dalam berinvestasi, Anda baru akan dapat memetik hasilnya di masa mendatang. Risiko investasi pasti ada, namun sangat terukur dan dapat disesuaikan dengan jangka waktu berinvestasi serta profil risiko sebagai seorang investor. Sedangkan, dalam berspekulasi, Anda mengharapkan keuntungan dalam jangka pendek hanya dalam beberapa bulan kedepan atau bahkan beberapa minggu kedepan. Risikonya sangat besar dan umumnya tidak dapat terukur. Artinya, Anda dapat untung besar atau rugi besar.

    Di masa bergejolak seperti saat ini, saya sangat tidak menyarankan Anda berspekulasi dari dana yang disediakan dalam perencanaan keuangan keluarga. Jika pun Anda tetap mau berspekulasi, maka silakan lakukan dengan kelebihan dana yang Anda miliki.

    Keempat, profil risiko masing-masing. Setiap orang pasti memiliki reaksi yang berbeda-beda atas penurunan nilai investasinya saat ini. Apabila Anda sangat khawatir, maka kemungkinan profil Anda konservatif. Maka, sebaiknya Anda pindahkan saja dana investasi Anda ke tempat yang lebih rendah risikonya seperti deposito. Sampai kapan? Sampai kondisi perekonomian kembali stabil dalam artian fluktuasi harga saham tidak terlalu besar. Saran saya, diawal tahun depan, Anda evaluasi kembali aset investasi yang dimiliki.

    Nah, itulah beberapa panduan dalam memilih aset investasi berdasarkan konsep perencanaan keuangan “Apa Tujuanmu?”. Pemilihan aset bisa berbeda untuk setiap tujuan finansial yang berbeda. Terpenting, selalu monitor dan evaluasi aset investasi Anda setidaknya 3 bulan sekali hingga perekonomian lebih stabil. Live a beautiful life!



    <-- Kembali Ke Halaman Artikel Finansial



    Informasi(-informasi) yang tercantum di atas diperoleh PT Bank,Permata Tbk (“Bank”) bersumber dari pihak(-pihak) yang bekerjasama,dengan Bank dan dikenal memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya,namun demikian Bank tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi(-informasi),tersebut di atas semestinya hanya digunakan sebagai salah satu sumber,informasi dan bukan sebagai penawaran, rekomendasi, saran atau,permohonan kepada siapapun untuk memasuki atau menyetujui suatu,perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan atau,aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.

    Infomasi(-informasi),dan/atau pandangan dalam dokumen ini merupakan penilaian sumber,konsultan keuangan semata untuk saat ini dimana penilaian, pendapat,,perkiraan dan prediksi dari padanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa,pemberitahuan terlebih dahulu. Bank dan / atau anggota Dewan Direktur,dan Komisaris, karyawan, afiliasi, agen dan / atau para penasihatnya,tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin atas ilustrasi maupun,informasi(-informasi) yang tercantum diatas dapat selalu diandalkan,dalam perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan,atau aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.,Kinerja di,masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang.,Nasabah termasuk siapapun yang berencana untuk melakukan perencanaan,keuangan harus mempertimbangkan perencanaan yang cocok dengan,memperhatikan tujuan keuangan tertentu dan dianjurkan untuk membuat,penilaian independen, dengan sepenuhnya menyadari seluruh konsekuensi,yang dapat timbul dari penilaiannya tersebut


PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami