Trend Investasi Keluarga 2019

Trend Investasi Keluarga 2019

  • Web Banner Trend Investasi untuk Keluarga di Tahun 2019

    By : Prita Ghozie from ZAP Finance

    Trend Investasi untuk Keluarga di Tahun 2019

    Tahun 2019 adalah tahun Pemilu, sehingga akan ada banyak gejolak yang mungkin terjadi di dunia ekonomi dan politik. Tidak bisa dipungkiri bahwa risiko pasar merupakan salah satu risiko investasi yang juga perlu dipahami. Oleh sebab itu, agar pemilihan aset investasi masih sesuai dengan rencana keuangan keluarga, ada baiknya dikenali trend investasi mendatang beserta risikonya.

    1. Saham
    2. Menurut ahli strategi Goldman Sach. Ia memprediksi bahwa pada tahun 2019 tingkat pengembalian investasi di pasar saham hanya sebesar satu digit. “Uang tunai akan menjadi aset yang kompetitif dibandingkan dengan saham untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, ”kata analis di Goldman, yang dipimpin oleh David Kostin, menulis dalam sebuah penelitian yang dipaparkan pada Senin 19 November 2018 silam.

      Namun apabila Anda termasuk investor yang berinvestasi di aset berbasis saham, maka tahun 2019 diprediksi oleh beberapa analis akan menjadi tahun titik balik kenaikan setelah tahun 2018 IHSG mengalami trend bearish. Untuk investasi jangka panjang, tahun 2019 adalah waktunya untuk membeli serta menabung saham-saham blue chip yang memang diperlukan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka panjang seperti dana pensiun atau tujuan keuangan lain yang masih memiliki jangka waktu di atas 10 tahun. Pahami bahwa risiko fluktuasi harga akan menjadi peluang dalam mencari kenaikan harga di masa mendatang.

    3. Logam mulia
    4. Secara umum, emas dalam bentuk logam mulia adalah aset yang sesuai sebagai aset bertahan. Terbukti dengan kenaikan harga emas sepanjang tahun 2018, yang sudah mencapai hampir Rp. 21.000,00 per tahun atau melebihi 3,2% dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, untuk Anda yang ingin berinvestasi di logam mulia, maka sangat cocok sebagai bagian dari diversifikasi portofolio investasi.

    5. Obligasi dan Sukuk
    6. Untuk Anda yang ingin berinvestasi namun masih khawatir akan risiko fluktuasi dalam aset berbasis saham, maka pemilihan instrumen investasi seperti Obligasi dan Sukuk bisa menjadi pilihan yang baik. Dengan nilai kupon yang lebih besar dari bunga deposito, dan hasil imbal balik yang dijamin oleh pemerintah, instrumen investasi ini bisa dijadikan alternatif pilihan investasi jangka pendek yang menjanjikan. Bagi rumah tangga, pilihan instrumen berpendapatan tetap adalah ORI serta Savings Bond Ritel. Sedangkan, untuk investor yang mencari aset berbasis syariah dapat memilih Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan.

    7. Reksa dana
    8. Trend investasi di reksa dana diharapkan akan terus meningkat di tahun 2019 dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kesadaran kaum millenial akan pentingnya investasi dan literasi keuangan akan membuat reksa dana menjadi pilihan favorit, karena mudah, murah, dan terjangkau. Berdasarkan data statistik dari OJK, hingga Juli 2018, total dana kelolaan (asset under management) industri reksadana di Indonesia mencapai Rp497,69 triliun. Jumlah itu naik 8,7 persen dibandingkan total AUM industri pada akhir tahun lalu senilai Rp457,50 triliun.

      Pilihan reksa dana sebaiknya didasarkan oleh tujuan keuangan yang dimiliki. Untuk tujuan jangka pendek yaitu dibawah 1 tahun maka dapat menggunakan reksa dana pasar uang. Sedangkan, untuk tujuan jangka panjang diatas 10 tahun dapat menggunakan reksa dana saham. Untuk tujuan keuangan diantara durasi tersebut, maka calon investor dapat memilih reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran.

    9. Properti
    10. Dengan banyaknya proyek perumahan yang digarap oleh perusahaan BUMN, maka diharapkan kepemilikan rumah akan lebih bisa terjangkau. Hal yang menarik adalah LRT serta MRT di Ibukota akan mulai beroperasi di sekitar bulan April 2019. Hal ini tentunya akan menambah nilai properti dan juga kembali menimbulkan gairah investasi di properti bagi tempat-tempat atau daerah yang dilewati atau dekat dengan transportasi masa ini.

    Apapun jenis investasi yang dipilih, sebaiknya tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial, jangka waktu dan profil risiko. Apabila masih ada kebingungan, tidak ada salahnya untuk mengkonsultasikan hal tersebut ke perencanaan keuangan.

    Live a Beautiful Life!

    Informasi(-informasi) yang tercantum di atas diperoleh PT Bank,Permata Tbk (“Bank”) bersumber dari pihak(-pihak) yang bekerjasama,dengan Bank dan dikenal memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya,namun demikian Bank tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi(-informasi),tersebut di atas semestinya hanya digunakan sebagai salah satu sumber,informasi dan bukan sebagai penawaran, rekomendasi, saran atau,permohonan kepada siapapun untuk memasuki atau menyetujui suatu,perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan atau,aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.

    Infomasi(-informasi),dan/atau pandangan dalam dokumen ini merupakan penilaian sumber,konsultan keuangan semata untuk saat ini dimana penilaian, pendapat,,perkiraan dan prediksi dari padanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa,pemberitahuan terlebih dahulu. Bank dan / atau anggota Dewan Direktur,dan Komisaris, karyawan, afiliasi, agen dan / atau para penasihatnya,tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin atas ilustrasi maupun,informasi(-informasi) yang tercantum diatas dapat selalu diandalkan,dalam perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan,atau aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.,Kinerja di,masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang.,Nasabah termasuk siapapun yang berencana untuk melakukan perencanaan,keuangan harus mempertimbangkan perencanaan yang cocok dengan,memperhatikan tujuan keuangan tertentu dan dianjurkan untuk membuat,penilaian independen, dengan sepenuhnya menyadari seluruh konsekuensi,yang dapat timbul dari penilaiannya tersebut


PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami