Strategi Investasi di Saat Ekonomi Lesu

Strategi Investasi di Saat Ekonomi Lesu

  • Image Strategi Investasi di Saat Ekonomi Lesu
    By : Prita Ghozie from ZAP Finance

    Apabila Anda mengikuti perkembangan berita ekonomi terkini mengenai Indonesia, mungkin sebagian dari Anda mulai bertanya apakah ekonomi saat ini sedang lesu. Bagaimana pun juga, siklus bisnis mau pun siklus investasi pasti terpengaruh oleh faktor risiko pasar. Namun, dampak langsung mau pun tidak langsung akan berbeda-beda bagi setiap rumah tangga, tergantung pada pilihan racikan pengelolaan asetnya. Seperti apakah pengelolaan investasi di masa seperti sekarang ini? Berikut tipsnya.

    Secara umum, definisi ekonomi lesu adalah pertumbuhan ekonomi yang dibawah 5% dalam rentang setahun. Hingga, kuartal I tahun 2015 atau bulan Maret lalu, ekonomi Indonesia ternyata hanya bertumbuh sebesar 4.67% sejak kuartal I tahun sebelumnya. Untuk Indonesia, faktor utama yang menyumbang angka tersebut adalah penyerapan anggaran pemerintah yang belum maksimal, produksi pangan yang menurun akibat mundurnya periode tanam, serta pertumbuhan Cina yang juga tidak tinggi.

    Hal ini ternyata juga mengakibatkan gejolak dalam pasar modal yang diindikasikan oleh turunnya Indeks Harga Saham Gabungan dari level 5000an diawal tahun 2015 menjadi sekarang di kisaran 4000an. Untuk Anda yang memiliki saham, produk reksa dana campuran, dan reksa dana saham, pasti merasakan dampak dalam nilai investasi. Terlebih, kurs nilai mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika yang melemah hingga mencapai angka terendah sejak beberapa tahun silam. Pastinya berdampak besar terhadap pencapaian tujuan finansial Anda.

    Untuk menjaga agar alokasi investasi Anda tetap sehat dan sesuai dengan tujuan finansial, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, pahami profil risiko dan profil aset investasi Anda. Secara umum, profil risiko investor terbagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif. Setiap profil risiko memiliki alokasi pembagian aset-aset investasi yang ideal. 

    Sebagai contoh: profil konservatif sebaiknya menempatkan 60% di dana kas, 20% di dana campuran, dan 20% di dana saham. Coba evaluasi seperti portofolio aset Anda sat ini. Dengan adanya perubahan nilai investasi, maka bisa jadi alokasi aset Anda sudah bergeser dari nilai ideal. Apabila terjadi pergeseran, maka Anda dapat memindahkan nilai aset dari alokasi yang berlebih ke jenis aset yang nilainya kurang.

    Kedua, tambahkan dana darurat. Di masa gejolak seperti ini, jangan bermain-main dengan jumlah dana darurat Anda. Pastikan saldo dana darurat dalam bentuk kas sesuai dengan kebutuhan ideal keluarga Anda. Semakin banyak jumlah anggota keluarga dan semakin banyak aset Anda seperti rumah dan kendaraan, maka saldo dana darurat yang dibutuhkan juga semakin besar.

    Setiap keluarga minimal punya saldo dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, apabila pengeluaran rutin adalah Rp. 30 juta, maka jumlah dana darurat sebaiknya Rp. 90 juta. Saldo ini ditempatkan di tabungan.

    Ketiga, hindari spekulasi dengan menggunakan dana keluarga. Investasi merupakan sebuah proses untuk meningkatkan nilai aset yang umumnya baru tercapai dalam jangka waktu diatas 3 tahun. Apabila Anda ingin mendapatkan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat, maka hal ini termasuk berspekulasi. Bahaya spekulasi adalah risiko yang sangat tinggi terutama jika Anda menggunakan dana keluarga seperti untuk kebutuhan pendidikan atau lainnya.

    Keempat, membeli investasi berbasis saham dengan cara investasi berkala setiap bulan. Alokasikan sejumlah dana dari penghasilan Anda untuk dibelikan investasi yang cukup agresif. Berita baik dari turunnya IHSG adalah Anda berkesempatkan membeli reksa dana saham dengan harga yang murah. Kembali lagi pastikan dana ini diambil dari penghasilan, dan baru akan digunakan dalam 3 tahun kedepan atau lebih.

    Demikianlah beberapa tips mengelola investasi disaat perekonomian yang sedang bergejolak. Tetapkan apa tujuan finansial Anda, periksa profil risiko Anda sebagai investor, dan selalu monitor perkembangan investasinya. Secara berkala, konsultasikan hasilnya dengan seorang perencana keuangan agar dapat mendampingi Anda dan keluarga untuk mencapai berbagai rencana masa depan. Live a Beautiful Life!



    <-- Kembali Ke Halaman Artikel Finansial



    Informasi(-informasi) yang tercantum di atas diperoleh PT Bank,Permata Tbk (“Bank”) bersumber dari pihak(-pihak) yang bekerjasama,dengan Bank dan dikenal memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya,namun demikian Bank tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi(-informasi),tersebut di atas semestinya hanya digunakan sebagai salah satu sumber,informasi dan bukan sebagai penawaran, rekomendasi, saran atau,permohonan kepada siapapun untuk memasuki atau menyetujui suatu,perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan atau,aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.

    Infomasi(-informasi),dan/atau pandangan dalam dokumen ini merupakan penilaian sumber,konsultan keuangan semata untuk saat ini dimana penilaian, pendapat,,perkiraan dan prediksi dari padanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa,pemberitahuan terlebih dahulu. Bank dan / atau anggota Dewan Direktur,dan Komisaris, karyawan, afiliasi, agen dan / atau para penasihatnya,tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin atas ilustrasi maupun,informasi(-informasi) yang tercantum diatas dapat selalu diandalkan,dalam perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan,atau aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.,Kinerja di,masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang.,Nasabah termasuk siapapun yang berencana untuk melakukan perencanaan,keuangan harus mempertimbangkan perencanaan yang cocok dengan,memperhatikan tujuan keuangan tertentu dan dianjurkan untuk membuat,penilaian independen, dengan sepenuhnya menyadari seluruh konsekuensi,yang dapat timbul dari penilaiannya tersebut


PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami