Siasati Bisnis di tengah masa krisis

Siasati Bisnis di tengah masa krisis

  • PermataBank Preferred Artikel Siasati bisnis ditengah masa krisis
    By : Prita Ghozie from ZAP Finance

    Apakah Anda pemilik bisnis dan mengalami penurunan keuntungan dalam beberapa bulan terakhir? Anda mungkin tidak sendirian. Dari beberapa teman yang memiliki bisnis juga mengeluhkan hal yang serupa. Jika Anda adalah pemilik bisnis atau pun baru mau membuka bisnis, ada beberapa tips yang dapat dilirik agar keuntungan bisnis tetap dapat terjaga..

    Sebuah bisnis umumnya akan mengalami siklus dari mulai introduction, growing, peak, hingga declining. Sehingga, wajar saja apabila terjadi kenaikan atau pun penurunan keuntungan. Penyebabnya bervariasi, namun salah satunya adalah kondisi perekonomian yang sedang lesu di Indonesia dan juga negara-negara lain. Di masa krisis seperti ini, selain harga bahan baku mungkin meningkat, daya beli konsumen pun berkurang. .

    Kepesertaan modal dalam sebuah bisnis dapat dikategorikan sebagai investasi Anda yang memiliki risiko terbesar. Mengapa demikian? Karena dengan menanamkan dana di bisnis, maka ada risiko seluruh modal investasi habis. Berbeda dengan menanamkan dana di produk reksa dana saham, apabila turun pun secara statistik maksimal hanya pernah mencapai penurunan 75% dalam setahun. Dengan menjadikan modal bisnis adalah bagian dari investasi, maka pahami bahwa Anda menggunakan bisnis untuk mencapai sebuah tujuan finansial.

    Sebagai pemilik bisnis, Anda sebaiknya memiliki tata kelola keuangan yang baik. Segera pisahkan keungan rumah tangga dengan keuangan bisnis. Untuk pemilik bisnis, memiliki lebih dari dua rekening bank adalah sebuah keharusan. Pastikan bahwa aliran dana yang masuk ke rumah tangga adalah keuntungan bisnis, bukan sekedar penerimaan omzet.

    Apabila Anda berniat mengambil kredit usaha, maka pelajari dengan detil besaran biaya bunga pinjaman dan ketentuannya. Agunan boleh saja digunakan, namun sebaiknya tidak menggunakan barang pribadi seperti rumah tinggal atau pun kendaraan sehari-hari. Jumlah pinjaman yang diambil sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan produksi untuk jangka waktu tertentu.

    Berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda ambil untuk memperbaiki keuntungan bisnis di masa krisis.

    Pertama, buatlah analisa keuntungan dan kerugian atas bisnis Anda selama 2 tahun terakhir. Buatlah perbandingan komposisi biaya dan keuntungan dengan cara year-on-year. Misalkan, keuntungan bisnis bulan September 2015 dibandingkan dengan keuntungan bisnis bulan September 2014. Sehingga, Anda dapat memahami pos-pos mana yang menjadi penyebab berkurangnya keuntungan.

    Kedua, apabila pos pendapatan berkurang, maka coba cari tahu apa penyebabnya. Apakah bisnis Anda sudah banyak pesaing yang serupa atau kah daya beli konsumen yang bekurang. Apabila sudah banyak pesaing, maka Anda dapat menambah varian produk atau pun fokus pada produk unggulan yang memiliki marjin tinggi. Jika daya beli konsumen berkurang, maka Anda dapat mengurangi porsi agar harga turun.

    Ketiga, harus bisa fleksibel. Kesulitan yang umum dihadapi para pemilik bisnis adalah lamanya adaptasi terhadap situasi dan kondisi baru. Misalkan, teman saya pemilik toko kue organik sangat sulit mendapatkan bahan baku dengan harga lama akibat sebagian besar bahannya adalah impor. Setelah mencoba bertahan beberapa bulan, akhirnya pemilik mampu untuk mencari bahan baku substitusi yang pada akhirnya memperkenalkan varian kue baru yang lebih ekonomis. Kemampuan adapatasi inilah yang sebaiknya dimiliki oleh pemilik bisnis agar keuntungan tidak tergerus akibat naiknya biaya.

    Kesimpulannya, bisnis adalah bagian dari investasi Anda dan keluarga. Apabila bisnis mengalami penurunan keuntungan, maka risiko ini adalah bagian yang tak terpisahkan. Oleh sebab itu, jangan menanamkan semua dana Anda di bisnis agar keuangan rumah tangga dapat tetap stabil meski pun kondisi perekonomian bergejolak. Live a beautiful life!



    <-- Kembali Ke Halaman Artikel Finansial



    Informasi(-informasi) yang tercantum di atas diperoleh PT Bank,Permata Tbk (“Bank”) bersumber dari pihak(-pihak) yang bekerjasama,dengan Bank dan dikenal memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya,namun demikian Bank tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi(-informasi),tersebut di atas semestinya hanya digunakan sebagai salah satu sumber,informasi dan bukan sebagai penawaran, rekomendasi, saran atau,permohonan kepada siapapun untuk memasuki atau menyetujui suatu,perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan atau,aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.

    Infomasi(-informasi),dan/atau pandangan dalam dokumen ini merupakan penilaian sumber,konsultan keuangan semata untuk saat ini dimana penilaian, pendapat,,perkiraan dan prediksi dari padanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa,pemberitahuan terlebih dahulu. Bank dan / atau anggota Dewan Direktur,dan Komisaris, karyawan, afiliasi, agen dan / atau para penasihatnya,tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin atas ilustrasi maupun,informasi(-informasi) yang tercantum diatas dapat selalu diandalkan,dalam perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan,atau aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.,Kinerja di,masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang.,Nasabah termasuk siapapun yang berencana untuk melakukan perencanaan,keuangan harus mempertimbangkan perencanaan yang cocok dengan,memperhatikan tujuan keuangan tertentu dan dianjurkan untuk membuat,penilaian independen, dengan sepenuhnya menyadari seluruh konsekuensi,yang dapat timbul dari penilaiannya tersebut


PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami