Pengelolaan Gaji dan THR

Pengelolaan Gaji dan THR

  • Web Banner Pengelolaan Gaji dan THR

    By : Prita Ghozie from ZAP Finance

    Pengelolaan Gaji dan THR

    Bagi para pekerja, bulan Ramadan identik dengan penghasilan ganda yang berasal dari gaji dan Tunjangan Hari Raya. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, penghasilan ini dapat menguap begitu cepat. Banyaknya pengeluaran yang bersifat keinginan untuk Hari Raya, lalu diikuti dengan tahun ajaran baru untuk anak-anak usia sekolah tentu saja membuat orang tua kelimpungan dalam mengatur keuangan jika tidak dipersiapkan sebelumnya. Bagaimana idealnya mengelola gaji dan THR?

    Gaji bulanan adalah penghasilan yang akan digunakan untuk kebutuhan hidup harian untuk satu bulan kedepan. Seperti bulan lainnya, gaji tetap digunakan untuk pos biaya hidup rutin, pos cicilan pinjaman, pos menabung dan berinvestasi, serta dana darurat. Namun, dapat dipahami bahwa selama Ramadan akan ada pola pengeluaran yang berubah yaitu penambahan di pos bersedekah, pos silaturahmi buka bersama, dan pos kirim hantaran. Sehingga, ada baiknya pengeluaran di pos lain ditekan.

    Sebaliknya, Dana THR adalah penghasilan tahunan yang diterima oleh setiap karyawan. Jumlahnya dapat bervariasi ada yang satu kali hingga dua kali dari gaji sebulan. Alokasi dana THR setidaknya untuk 3 pos wajib berikut ini.

    Pertama, alokasi untuk zakat dan sedekah. Bagi umat Muslim, ada kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah bagi setiap orang dan dana THR harus dapat dialokasikan untuk pengeluaran ini. Selain itu, Anda pun dapat menambah sedekah, bantuan sosial, atau pun membayar zakat harta yang selama ini tertunda. Pahamilah bahwa perhitungan zakat adalah baku sesuai aturan agama Islam. Sedangkan, sedekah bersifat sukarela yang dapat diberikan tanpa batasan. Alokasi sebesar 10% dari dana THR dinilai cukup untuk membantu keuangan rumah tangga.

    Kedua, kebutuhan lebaran. Setiap rumah tangga memang memiliki kebutuhan dan keinginan yang bervariasi. Namun, secara umum kebutuhan lebaran setiap keluarga dapat diidentifikasi terdiri dari kebutuhan makanan lebaran, belanja baju dan aksesoris, pemberian THR dan angpao untuk keluarga, serta mudik lebaran. Berhubung penghasilan terbatas tetapi kemauan banyak, maka pengendalian diri untuk alokasi kebutuhan lebaran menjadi sangat penting. Prioritaskan penggunaan dana THR untuk hak ke pekerja dan urusan hidangan lebaran. Jika ada sisa, maka baru digunakan untuk belanja yang lain. Idealnya, penggunaan THR maksimal 50% untuk pos pengeluaran ini.

    Ketiga, dana darurat. Apabila membutuhkan jasa tenaga infal mau pun pengeluaran tak terduga lain, maka dapat dialokasikan dari pos dana darurat. Selain itu, apabila mengalami kejadian tak terduga selama lebaran seperti sakit, mobil mogok, dan lainnya, akan membuat dana darurat menjadi sangat dibutuhkan. Terakhir, apabila terjadi pengeluaran berlebihan selama periode libur lebaran, maka untuk tambahan biaya hidup setelahnya dapat dibantu dengan dana darurat. Usahakan mengalokasikan 10% dari dana THR untuk pos ini.

    Ketiga pos pengeluaran tersebut sangat baik dipisahkan dari rekening gaji untuk operasional. Hal ini akan mencegah terjadinya kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Pemisahan dapat dilakukan di rekening tabungan yang memiliki kartu debit dan kartu ATM.

    Setelah mengalokasikan untuk 3 pos wajib dan tujuan keuangan yang akan timbul dalam waktu dekat, maka dana THR juga sangat baik apabila digunakan untuk berinvestasi. Pemilihan aset investasi tetap disesuaikan dengan tujuan keuangan yang ditetapkan. Jika jangka pendek, maka aset yang digunakan mungkin hanya sebatas tabungan dan reksa dana pasar uang. Sedangkan, untuk jangka panjang, aset yang digunakan dapat lebih agresif seperti reksa dana saham. Usahakan untuk dapat mengalokasikan sekitar 10% untuk berinvestasi.

    Bagi umat Muslim, saya juga menyarankan untuk alokasi dana THR untuk keperluan Idul Adha seperti dana untuk hewan kurban. Dalam dua bulan mendatang, kebutuhan ini akan timbul sedangkan Anda tidak lagi mendapatkan tunjangan. Oleh karena itu, usahakan untuk menyisihkan dana THR sekitar 10% untuk digunakan di periode Idul Adha. Apabila masih ada kelebihan dana THR, maka keluarga dapat menikmatinya sebagai tambahan untuk pos biaya mudik dan liburan.


    Live a Beautiful Life!

    Informasi(-informasi) yang tercantum di atas diperoleh PT Bank,Permata Tbk (“Bank”) bersumber dari pihak(-pihak) yang bekerjasama,dengan Bank dan dikenal memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya,namun demikian Bank tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi(-informasi),tersebut di atas semestinya hanya digunakan sebagai salah satu sumber,informasi dan bukan sebagai penawaran, rekomendasi, saran atau,permohonan kepada siapapun untuk memasuki atau menyetujui suatu,perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan atau,aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.

    Infomasi(-informasi),dan/atau pandangan dalam dokumen ini merupakan penilaian sumber,konsultan keuangan semata untuk saat ini dimana penilaian, pendapat,,perkiraan dan prediksi dari padanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa,pemberitahuan terlebih dahulu. Bank dan / atau anggota Dewan Direktur,dan Komisaris, karyawan, afiliasi, agen dan / atau para penasihatnya,tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin atas ilustrasi maupun,informasi(-informasi) yang tercantum diatas dapat selalu diandalkan,dalam perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan,atau aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.,Kinerja di,masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang.,Nasabah termasuk siapapun yang berencana untuk melakukan perencanaan,keuangan harus mempertimbangkan perencanaan yang cocok dengan,memperhatikan tujuan keuangan tertentu dan dianjurkan untuk membuat,penilaian independen, dengan sepenuhnya menyadari seluruh konsekuensi,yang dapat timbul dari penilaiannya tersebut


PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami