Mengatur Keuangan dengan Pasangan

Mengatur Keuangan dengan Pasangan

  • pasangan

    By : Prita Ghozie from ZAP Finance

    Menikah lebihdari 5 tahun, namun belum juga berhasil membuat perencanaan keuangan keluargayang baik? Mungkin Anda tidak sendirian. Melakukan pengelolaan keuangan yangbaik di 5 tahun pertama usia pernikahan merupakan tahapan penting dalamkehidupan Anda. Sedikit berbeda dengan saat masih lajang, mengelola keuanganbersama pasangan membutuhkan beberapa penyesuaian.

    Secara statistik, salah satu sumber perselisihan dalam rumah tangga adalah topik mengenai keuangan. Itu sebabnya, sangat penting bagi setiap pasangan untuk dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan benar.

    Setidaknya ada beberapa indikator yang menandakan bahwa keuangan rumah tangga saat ini berhasil dikelola. Pengelolaan keuangan yang baik ditandai dengan cukupnya aset likuid dalam rumah tangga. Berikutnya adalah jumlah utang yang tidak berlebihan dan digunakan untuk mendapatkan aset yang produktif. Terakhir, adanya rencana keuangan dalam rumah tangga yang telah disepakati bersama.

    Pertama,Untuk mencapai kondisi ideal pengelolaan keuangan dalam rumah tangga, maka setiap pasangan sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut. Pertama, tentukan cara pembagian keuangan dalam rumah tangga. Setidaknya ada dua cara untuk mengatur keuangan pasangan. Cara pertama adalah menggabungkan seluruh penghasilan suami dan isteri kemudian dibagi ke berbagai pos pengeluaran untuk rumah tangga.

    Cara kedua adalah suami dan isteri sepakat untuk memasukkan sebagian dari penghasilan kedalam rumah tangga untuk membayar pengeluaran keluarga. Sedangkan, pengeluaran pribadi dibiayai oleh penghasilan masing-masing. Tidak ada cara yang lebih ideal, namun pastikan Anda berdua sepakat dengan cara yang dipilih.

    Kedua, menentukan manajer keuangan dalam rumah tangga. Meski peranan ini umumnya dipegang oleh isteri, namun terkadang suami dipilih menjadi manajer keuangan karena lebih memahami cara mengelola dan lebih bertanggung jawab. Siapa pun yang menjadi manajer keuangan akan mengatur alokasi pengeluaran bulanan, melakukan implementasi investasi untuk mencapai tujuan finansial, serta melakukan evaluasi berkala atas perkembangan aset investasi.

    Ketiga, sepakat dalam prioritas tujuan finansial. Keinginan setiap keluarga hampir pasti tak terbatas. Anda bisa mulai dengan membeli rumah tinggal, membeli kendaraan, liburan, mempersiapkan biaya sekolah anak, dan seterusnya. Dari sekian banyak tujuan finansial, Anda dan pasangan sebaiknya sepakat mana pengeluaran yang harus diprioritaskan.

    Keempat, sepakat dalam penentuan strategi dan pemilihan aset investasi. Untuk mencapai berbagai tujuan finansial, maka harus ada strategi yang jelas mengenai bagaimana cara mencapainya. Selain itu, kompromi dalam hal kemampuan toleransi risiko investasi pun harus disepakati.

    Pasangan suami dan isteri bisa saja memiliki preferensi aset investasi yang berbeda, tergantung profil risiko masing-masing. Terlalu konservatif dalam penentuan aset investasi dapat mengakibatkan keluarga kehilangan peluang mendapatkan keuntungan di masa depan. Namun, terlalu agresif dalam berinvestasi juga dapat mengakibatkan hilangnya modal investasi yang berujung terhadap rasa kapok atau jera.

    Kelima, fleksibel dalam hal pengaturan keuangan. Perencanaan keuangan sebuah keluarga akan senantiasa berproses dan melalui berbagai tahapan kehidupan. Kemampuan pasangan dalam beradaptasi dalam hal naik-turunnya situasi kehidupan, akan berpengaruh terhadap kesuksesan perencanaan keuangannya.

    Hal terakhir namun tetap penting dalam pengelolaan keuangan bersama pasangan adalah kemampuan komunikasi keuangan yang baik. Mari evaluasi, seberapa sering Anda dan pasangan berdiskusi santai mengenai keuangan keluarga? Komunikasi dua arah antar pasangan akan membawa Anda kedalam situasi yang saling memahami satu sama lain. Dengan demikian, diharapkan kepentingan keluarga senantiasa menjadi prioritas utama demi mencapai kesejahteraan finansial. Live a Beautiful Life!


    Informasi(-informasi) yang tercantum di atas diperoleh PT Bank,Permata Tbk (“Bank”) bersumber dari pihak(-pihak) yang bekerjasama,dengan Bank dan dikenal memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya,namun demikian Bank tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi(-informasi),tersebut di atas semestinya hanya digunakan sebagai salah satu sumber,informasi dan bukan sebagai penawaran, rekomendasi, saran atau,permohonan kepada siapapun untuk memasuki atau menyetujui suatu,perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan atau,aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.

    Infomasi(-informasi),dan/atau pandangan dalam dokumen ini merupakan penilaian sumber,konsultan keuangan semata untuk saat ini dimana penilaian, pendapat,,perkiraan dan prediksi dari padanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa,pemberitahuan terlebih dahulu. Bank dan / atau anggota Dewan Direktur,dan Komisaris, karyawan, afiliasi, agen dan / atau para penasihatnya,tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin atas ilustrasi maupun,informasi(-informasi) yang tercantum diatas dapat selalu diandalkan,dalam perencanaan keuangan, baik investasi keuangan, transaksi keuangan,atau aktifitas lainnya terkait pengelolaan dana keuangan.,Kinerja di,masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang.,Nasabah termasuk siapapun yang berencana untuk melakukan perencanaan,keuangan harus mempertimbangkan perencanaan yang cocok dengan,memperhatikan tujuan keuangan tertentu dan dianjurkan untuk membuat,penilaian independen, dengan sepenuhnya menyadari seluruh konsekuensi,yang dapat timbul dari penilaiannya tersebut

PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami