ORI016

ORI016

  • Web Banner ORI016

    PermataWealth Management


    Segera hubungi RM Anda atau kunjungi cabang PermataBank terdekat untuk melakukan pemesanan ORI016


    Tanggal Penawaran 2 - 24 Oktober 2019



    Dasar Hukum

    1. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara ("Undang-Undang SUN").
    2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42/PMK.08/2014 tentang Penjualan Obligasi Negara Kepada Investor Ritel di Pasar Perdana Domestik.


    Tujuan Penerbitan ORI

    Sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 dan perubahannya.


    Manfaat Berinvestasi ORI

    • Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya;
    • Pada saat diterbitkan (Pasar Perdana), kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN;
    • Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo;
    • Kupon dibayar setiap bulan;
    • Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dengan mekanisme Bursa Efek atau Transaksi di luar Bursa (over the counter);
    • Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Agen Penjual yang dapat dieksekusi kepada nasabahnya yang membeli di Pasar Perdana;
    • Berpotensi memperoleh capital gain bila ORI dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder;
    • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain, antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau jaminan dalam rangka transaksi Efek. Kebijakan peminjaman atau penjaminan ORI mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak;
    • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.


    Risiko Berinvestasi ORI

    • Risiko gagal bayar (default risk)
    • Adalah risiko dimana investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo. ORI tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang SUN bahwa negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara, termasuk ORI sampai dengan jatuh tempo, yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

    • Risiko pasar (market risk)
    • Adalah potensi kerugian (capital loss) bagi investor akibat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keseluruhan dari pasar Keuangan, antara lain perubahan suku bunga, perubahan fundamental ekonomi dan kondisi politik yang tidak stabil.

      Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila investor menjual ORI di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Risiko pasar dalam investasi ORI dapat dihindari apabila pembeli ORI di pasar perdana tidak menjual ORI sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual (pasar) lebih tinggi daripada harga beli setelah dikurangi biaya transaksi. Pada saat harga pasar turun, Pemilik ORI tetap mendapat kupon setiap bulan sampai jatuh tempo. Pemilik ORI tetap menerima pelunasan pokok sebesar 100% (seratus persen) ketika ORI jatuh tempo.

    • Risiko likuiditas (liquidity risk)
    • Adalah suatu risiko apabila investor tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. Risiko likuiditas (liquidity risk) dapat terjadi apabila Pemilik ORI membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual pada harga yang wajar. Risiko ini dapat dihindari karena ORI dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau menjualnya kepada Agen Penjual. Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.



    Syarat Berinvestasi ORI

    • Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang ditunjukkan dengan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) yang masih berlaku.
    • Pemesanan pembelian ORI minimum 1 (satu) unit atau senilai Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) dan dengan kelipatan 1 (satu) unit atau senilai Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) . Pemesanan pembelian ORI per investor maksimum 3.000 (tiga ribu) unit atau senilai Rp. 3.000.000.000,- ( tiga miliar rupiah)


    Prosedur Berinvestasi ORI

    Investasi di Pasar Perdana

    • Membuka rekening tabungan di PermataBank atas nama calon nasabah untuk menampung dana tunai atas pembayaran kupon dan pokok ORI pada saat jatuh tempo dan rekening surat berharga di Subregistry PermataBank atas nama calon investor untuk tujuan pencatatan kepemilikan ORI.
    • Mengisi Formulir pemesanan di PermataBank sebagai Agen Penjual yang ditunjuk oleh pemerintah dengan melampirkan fotocopy KTP.
    • Menyediakan dana sebesar nominal pemesanan.
    • Melunasi biaya pemesanan ORI di Pasar Perdana antara lain berupa :
      • biaya meterai Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah) untuk membuka rekening tabungan pada Bank;
      • biaya meterai Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) untuk membuka rekening surat berharga pada Subregistry atau melalui Partisipan/Nasabah Subregistry yang ditunjuk;
      • biaya transfer dana untuk menampung dana pemesanan ORI.
    • Memperoleh hasil penjatahan pemerintah dari Agen Penjual sesuai ketentuan yang berlaku.
    • Menerima bukti kepemilikan surat berharga dari Agen Penjual/Subregistry.
    • Menerima pengembalian sisa dana dalam hal jumlah pemesanan tidak sepenuhnya dimenangkan.
    • Setiap Pemesanan Pembelian bersifat mengikat, tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali.
    • Perpajakan yang berlaku atas ORI mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perpajakan.
    • Pemerintah dapat membeli kembali ORI sebelum jatuh tempo, melalui mekanisme pasar, yaitu pembelian di pasar sekunder dengan mempertimbangkan harga pasar yang berlaku.
    • Pemerintah menerapkan Minimum Holding Period sejak tanggal setelmen sampai dengan pembayaran kupon kedua. Kepemilikian ORI dapat dipindah bukukan mulai tanggal 15 Desember 2017.

    Investasi di Pasar Sekunder

    • Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek.
    • Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme non-bursa (over the counter) dapat melalui Perusahaan Efek atau Bank Umum.


    Mekanisme Pembayaran Kupon & Pokok

    Pemerintah melalui Bank Indonesia (“BI”) mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran Kupon dan/atau Pokok ORI ke Subregistry. Selanjutnya Subregistry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor pada Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran Kupon dan/atau Pokok ORI. Pihak yang tercatat sebagai pemegang ORI pada Subregistry 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal pembayaran Kupon dan atau Pokok ORI, berhak atas Kupon dan/atau Pokok ORI.

    Catatan: terkait dengan mekanisme pembayaran kupon dalam Memo Info (“Memo”), diatur bahwa jika pembayaran Kupon bertepatan dengan hari dimana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.


    Contoh 1

    Investor A membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,- dengan kupon 6,5% dan tidak dijual sampai jatuh tempo,maka hasil yang diperoleh adalah:

    Kupon
    = 6,5% x Rp.10.000.000,- x 1/12
    = Rp.54.167,- setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
    Pokok pada saat jatuh tempo Rp.10.000.000,-

    Contoh 2

    Investor B membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,- dengan kupon 6,5% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:

    Kupon
    = 6,5% x Rp.10.000.000,- x 1/12
    = Rp.54.167,- setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
    Capital Gain (bila suku bunga acuan turun)
    = Rp.10.000.000,-x (105-100)%
    = Rp.500.000,-

    Contoh 3

    Investor C membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp.10.000.000,- dengan kupon 6,5% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:

    Kupon
    = 6,5% x Rp.10.000.000,- x 1/12
    = Rp.54.167,- setiap bulan sampai dengan jatuh tempo
    Capital Loss (bila suku bunga acuan turun)
    = Rp.10.000.000,-x (95-100)%
    = Rp.500.000,-

    Pokok yang diterima saat dijual Rp.9.500.000,- yang berasal dari Pokok ORI sebesar Rp.10.000.000,- - Capital Loss.

    Perhitungan di atas belum memperhitungkan pembayaran pajak atas Kupon dan capital gain serta biaya transaksi di Pasar Sekunder


    Penatausahaan

    Pencatatan kepemilikan dilakukan secara elektronik (scriptless). Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang SUN kegiatan penatausahaan yang mencakup pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta agen pembayar kupon dan pokok SUN dilaksanakan oleh BI. Selanjutnya BI menunjuk PT. Bank Permata, Tbk. (“PermataBank”) sebagai salah satu Subregistry untuk membantu pelaksanaan penatausahaan tersebut.


    Memorandum Informasi

    Memorandum Informasi ORI016


    Disclaimer

    Disclaimer:

    Pelajari terlebih dahulu seluruh informasi mengenai penawaran Obligasi Negara Ritel secara seksama sebelum Anda melakukan investasi. Keputusan untuk membeli Obligasi Negara Ritel ini seyogyanya disesuaikan dengan kebutuhan investasi dan tingkat toleransi Anda terhadap risiko investasi. Brosur ini hanya sebagai sarana informasi mengenai Obligasi Negara Ritel dan tidak dimaksudkan sebagai penawaran resmi untuk membeli Obligasi Negara Ritel yang dipasarkan atau dijual melalui PermataBank. Obligasi Negara Ritel bukan merupakan produk perbankan yang diterbitkan dan/atau dikelola PermataBank, oleh karena itu PermataBank tidak memberikan ganti rugi atau pertanggung jawaban dalam bentuk apapun kepada pihak manapun atas seluruh risiko, akibat dan konsekuensi apapun yang timbul berkenaan dengan Obligasi Negara Ritel maupun investasi yang Anda lakukan dalam Obligasi Negara Ritel. Obligasi Negara Ritel ini juga tidak termasuk dalam cakupan program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS terhadap kewajiban pembayaran bank umum.



PermataTel

1500111 (fixed line/ponsel)

Hubungi Kami