Berita
JAKARTA - Sejalan dengan customer centric business model untuk senantiasa memenuhi kebutuhan nasabah, Unit Usaha Syariah PermataBank (PermataBank Syariah) menghadirkan PermataKPR iB. Produk KPR berbasis Syariah ini ditawarkan dengan akad IMBT (Ijarah Muntahiyah Bittamlik) untuk yang pertama kali di sektor properti yaitu pembiayaan dengan konsep sewa beli, dimana Bank menyewakan properti kepada nasabah dan diakhir periode nasabah dapat mengambil alih kepemilikan properti setelah seluruh pembiayaannya selesai. Peluncuran produk dilakukan di Jakarta, 15 Juni 2010 dengan dihadiri oleh Lauren Sulistiawati-Direktur Retail Banking, Achmad K. Permana-Head PermataBank Syariah dan Rosalia Abadi-Head Mortgage VC.
PermataKPR iB merupakan solusi alternatif terhadap pembiayaan KPR Syariah yang saat ini ditawarkan dengan skema Murabahah (pembiayaan dengan konsep "biaya plus margin keuntungan") dimana harga tetap selama jangka waktu pembiayaan yang maksimalnya hanya 5 tahun. Dengan konsep sewa beli sebagaimana skema IMBT, perubahan harga diperbolehkan sehingga produk ini dapat ditawarkan dengan jangka waktu yang lebih lama hingga 20 tahun.
Selain itu produk ini memiliki fleksibilitas dalam hal pendaftaran propertinya, dimana nasabah memiliki dua pilihan yaitu skema properti atas nama Nasabah atau atas nama Bank.
Lauren Sulistiawati-Direktur Retail Banking PermataBank mengatakan, "Kami memahami bahwa kebutuhan nasabah senantiasa meningkat, khususnya terhadap pembiayaan properti. Hal inilah yang mendorong kami untuk memberikan alternatif pembiayaan berupa PermataKPR iB IMBT. Dengan fleksibilitas produk ini, kami berharap nasabah dapat memiliki alternatif dalam mewujudkan propertinya."
Beberapa nilai tambah dari produk ini selain jangka waktu yang lebih panjang dan fleksibitas dalam pendaftaran propertinya adalah sebagai berikut :
- Bagi skema IMBT dengan properti atas nama Bank, tidak ada Akta Pemasangan Hak Tanggungan (APHT) dan Roya, karena sertifikat akan terdaftar atas nama Bank, sehingga akan lebih murah bagi nasabah.
- Cicilan akan tetap selama periode tertentu yaitu dengan pilihan 2 tahun atau 3 tahun, setelah itu floating mengacu kepada benchmark pricing Syariah (contoh : SBI Syariah 1 bulan).
- Penyesuaian pricing (biaya sewa) lebih transparan bagi nasabah karena pricing maksimum merujuk kepada SBI Syariah (SBIS) 1 bulan.
Saat ini PermataKPR iB IMBT telah dapat digunakan untuk pembiayaan rumah, ruko, dan apartemen. Kedepan akan dikembangkan juga untuk pembiayaan multi guna dan renovasi.
Kinerja yang Berkesinambungan
Sebaimana PermataBank, Unit Usaha Syariah PermataBank (PermataBank Syariah) juga mencatat kinerja yang berkesinambungan. Pada Kuartal I 2010, laba sebelum pajak tercatat Rp 26,4 miliar atau meningkat 74% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 15,2 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan, di antaranya dari Margin Murabahah dan Sewa IMBT yang tercatat sebesar Rp 37,2 miliar atau mengalami kenaikan hingga 131% dari Rp 16,1 miliar. Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 13,7 miliar atau tumbuh 94% dari Rp 7,1 miliar di akhir Maret 2009. Dengan demikian total pendapatan yang berhasil dihimpun hingga kuartal I 2010 adalah sebesar Rp 50,8 miliar atau meningkat hingga 120% dari Rp 23,1 miliar pada periode sebelumnya.
Sejalan dengan komitmen untuk senantiasa meningkatkan fungsi intermediasi, PermataBank Syariah mencatat pembiayaan yang positif di Kuartal I 2010 ini. Pembiayaan sebelum pajak (gross) mencapai Rp 1,30 triliun, atau tumbuh 13% dari posisi sebelumnya di akhir Maret sebesar Rp 1,15 triliun.
Terkait dengan kesinambungan kinerja PermataBank Syariah selama ini, Lauren Sulistiawati, Direktur Retail Banking PermataBank mengatakan, "Kami mengucapkan syukur atas kesinambungan kinerja yang dapat kami lakukan hingga tiga bulan pertama di tahun 2010 ini. Transformasi model bisnis yang telah kami lakukan selama ini dengan menggabungkan bisnis syariah dan infrastruktur, pengembangan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya. Namun demikian prinsip kehati-hatian senantiasa kami kedepankan agar setiap risiko dapat kami kelola dengan baik."
Dari sisi aset PermataBank Syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif. Di akhir Maret 2009 aset PermataBank Syariah tercatat Rp 1,53 triliun, saat ini tercatat Rp 1,59 triliun atau tumbuh 4%.
Sementara itu dana murah berupa tabungan yang berhasil dihimpun hingga Kuartal I 2010 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tabungan iB naik hingga 80%, menjadi Rp 369,3 miliar sedangkan Giro iB dan Deposito iB mengalami penurunan masing-masing sebesar 21% dan 24% menjadi Rp 146,6 miliar dan Rp 444,8 miliar di akhir Maret 2010
PermataBank Syariah pun mencatat posisi permodalan yang baik hingga akhir Maret 2010 ini, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio - CAR) mencapai 11,6%, diatas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.
Saat ini PermataBank telah hadir di 55 kota dan didukung oleh 281 kantor cabang dan 570 ATM serta tergabung di lebih dari 20.000 ATM Jaringan seperti Visa Plus, Visa Electron, ALTO, ATM Bersama dan ATM BCA. Sepuluh diantaranya yaitu di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar, Pekanbaru, Medan, Aceh, Palembang dan Yogyakarta merupakan Kantor Cabang Syariah (KCS). Dengan demikian dengan konsep office chanelling 241 kantor cabang konvensional PermataBank di wilayah kota tersebut dapat melayani layanan Syariah.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Achmad K. Permana
Head PermataBank Syariah
T: +62 21 7458888
F: +62 21 7452801
e: acpermana@permatabank.co.id
Leila Djafaar
Head, Corporate Affairs
P: +62 21 523 7899
F: +62 21 523 7253
e: caffair@permatabank.co.id
PROFIL PT BANK PERMATA TBK.
PT Bank Permata Tbk (PermataBank) merupakan hasil merger 5 (lima) Bank yaitu PT. Bank Bali Tbk, PT. Bank Universal Tbk, PT. Bank Artamedia, PT. Bank Patriot dan PT. Bank Prima Ekspress pada tahun 2002, dan saat ini telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang menawarkan produk dan jasa inovatif serta komprehensif terutama disisi delivery channel-nya termasuk Internet Banking dan Mobile Banking. PermataBank memiliki aspirasi untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka di Indonesia, dengan fokus di segmen Konsumer dan Komersial. Melayani sekitar 1,9 juta nasabah di 55 kota di Indonesia, PermataBank memiliki sekitar 5.400 karyawan, 281 cabang (termaksuk 10 cabang Syariah) dan 570 ATM dengan akses tambahan di lebih dari 20.000 ATM (VisaPlus, Visa Electron, MC, Alto, ATM Bersama, ATM BCA).
Pengakuan terkini atas pencapaian PermataBank adalah Penghargaan dari The Asian Banker Sebagai Bank dengan Cash Management Terbaik di Indonesia 2010, The Most Prestigious Carre' dalam CCSL's Annual Call Center Award 2010 selama lima kali berturut-turut, peringkat pertama Annual Report Award 2008 untuk kategori listed private bank dan juara umum "Annual Report Award 2008 untuk seluruh kategori, peringkat pertama terbaik e-Company Award 2008 untuk seluruh kategori, Corporate Governance Award untuk kategori Best Equitable Treatment of Shareholders dari Business Review, Asosiasi Emiten Indonesia dan IICD, posisi kedua The Best CEO in Asia Best Managed Companies dan delapan besar The Best Corporate Governance in Asia Best Managed Companies dari Finance Asia Magazine, Islamic Finance Award & CUP 2009 (IFAC 2009), peringkat pertama UUS dengan kategori aset > Rp.1 trillion dan peringkat pertama perusahaan paling menguntungkan untuk kategoti aset >Rp.1 triliun dari Karim Business Consulting, Banking Service Excellence Awards 2009 (10 konvensional dan 7 syariah) dari MRI & InfoBank, Penghargaan dari MURI untuk Nabung Serentak di 12 kota bagi pelajar, The Prestigious Service Quality Diamond Award 2009 dari Carre - Center for Service Satisfaction & Loyalty (CCSL) & Marketing Magazine dan Banking Efficiency Award 2009 dari Bisnis Indonesia. Website PermataBank dapat diakses di http://www.permatabank.com